Diposkan pada Akhlak dan Nasehat, Aqidah

Keutamaan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

arafah

Di antara tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 Dzulhijjah, tanggal 9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari yang dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam yang di dalam hatinya terdapat ketaatan kepada Allah Subhana wata’ala.

Lanjutkan membaca “Keutamaan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)”

Iklan
Diposkan pada Akhlak dan Nasehat, Aqidah

Pentingnya Tauhid

kutipan– Ramadhan adalah tempat para pencari kebaikan untuk berlomba mendapatkan kebaikan.

– Ramadhan adalah tempat para pelaku maksiat untuk mencegah dirinya berbuat maksiat.

Lanjutkan membaca “Pentingnya Tauhid”

Diposkan pada Akhlak dan Nasehat, Aqidah

Ampunan Allah Amat Luas

kutipan

Amatlah merugi jika ada seorang muslim dan dia tidak pernah mengangkat tangan kepada Allah untuk meminta ampunan atas dosa-dosanya. Padahal ampunan Allah sangatlah luas. Dalam sebuah hadits dikatakan…

Lanjutkan membaca “Ampunan Allah Amat Luas”

Diposkan pada Akhlak dan Nasehat, Aqidah

Siapakah Yang Lebih Aneh?

tanda-tanya

Bulan Februari hampir berlalu namun kemeriahan hari Valentine dan hari raya Imlek masih meninggalkan jejak yang begitu jelas. Dua hal yang tidak seharusnya dirayakan dan dimeriahkan oleh kaum muslimin di mana pun dan dari kalangan apa pun.

Lanjutkan membaca “Siapakah Yang Lebih Aneh?”

Diposkan pada Aqidah

Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah

Saudaraku yang mencintai Allah dan semoga dicintai oleh Allah, tak bosan-bosannya kami membagikan nasehat untuk kita semua dalam rangka beribadah kepada Allah dan berdakwah di atas jalan-Nya yang lurus.

Malam ini tak sedikit dari kita yang mendapat ucapan selamat tahun baru hijriyah, dan tidak sedikit pula kitalah yang mengirim dan menuliskan ucapan tersebut. Lalu, sudahkah kita (mau) mencari tentang kebenaran amalan tersebut? Sudahkah amalan tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah? Bukankah Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Israa: 36)

Saudaraku yang berhati lembut, sesungguhnya memperingati tahun baru (baik Hijriyah apatah lagi selainnya) adalah sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Tidak pula dicontohkan oleh para ulama salaf. Itu berarti mengucapkan dan menuliskan kalimat selamat juga tidak ada tuntunannya dari Rasulullah. Begitu juga dengan hal-hal yang bersifat mengkhususkan di hari tersebut, seperti muhasabah, doa bersama, maaf-maafan, dan lain sebagainya.

Mungkin ada yang berdalih; tapi kan semua itu baik.
Maka kami menjawab; Ya, semua memang baik, tapi itu menurut ukuran kita (nafsu kita) bukan menurut ukuran Allah dan Rasul-Nya. Telah kita ketahui bersama bahwa amalan ibadah hanya akan diterima dengan 2 syarat, yakni ikhlas karena Allah dan i’tiba Rasulullah (mengikuti Rasulullah)

Saudaraku, semoga kita tidak terjatuh dalam perkara yang sia-sia bahkan dosa. Dan semoga firman Allah ini mencukupkan nasehat kami malam ini:

“Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahfi: 103-104).

Wallahua’lam.

Diposkan pada Aqidah, My Diary

Jangan Asal Nonton

Saat orang-orang sibuk mengunjungi sanak saudara di awal-awal lebaran, saya dan tiga teman yang lain sibuk mengunjungi Museum Gunung Merapi. Yah, kami berempat adalah perantau yang ‘gagal’ mudik. Karena itu, daripada semedi di rumah tapi nggak kaya-kaya juga, lebih baik kami keluar sembari menambah pengetahuan tentang Merapi plus menambah koleksi foto di FB.

Jumat pagi yang cerah. Kami menembus hawa dingin jalan Kaliurang atas (20-an km). Pepohonan khas pegunungan seperti cemara, pinus, dan kawan-kawannya berbaris rapi menghiasi bukit-bukit yang kini mulai ‘ditumbuhi’ vila-vila di sana-sini. Ketika melihat salah satu vila, saya langsung teringat film televisi. Mungkin di salah satu vila itulah syuting FTV pernah dilakukan dengan judul Cintaku Tersangkut Anak Pak Desa dengan alur cerita penuh klise; orang kota ke desa kemudian jatuh cinta sama gadis desa yang cantiknya ngalahin gadis kota. Sayangnya, dunia film tidak (selalu) sama dengan dunia nyata. Kalau orang kota ke desa saya, nggak ada yang bakal jatuh cinta soalnya anak gadis udah pada nikah semua, yang belum nikah malah kabur ke kota dan baru saja memosting catatan ini.

Lanjutkan membaca “Jangan Asal Nonton”

Diposkan pada Akhlak dan Nasehat, Aqidah

~Wajar~

*Biasa aja kali, Capres no 2 jadi presiden bukan berarti dunia kiamat.
Segitu cemasnya, kalau gak suka mah, pindah negara aja.
Kasian, kalah sih kalah aja, gak usah nulis ini itu.*

Begitulah sebagian pendapat orang ketika membaca kecemasan-kecemasan yang muncul pada sebagian kaum muslimin (karena sebagian lagi tidak merasa cemas sama sekali) terkait hasil pilpres kemarin.

WAJAR. Kukatakan wajar ketika sebagai ummat islam kita cemas atas hasil pilpres kemarin. Mengapa? Mungkin ada yang bertanya-tanya. Maka kujawab, bukalah Al-Qur’an dan bacalah surat Al-Maidah ayat 51.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)…”

Lanjutkan membaca “~Wajar~”