Diposkan pada Akhlak dan Nasehat

Tanpa Gelar Bukanlah Kesalahan, Yang Salah Jika Tak Punya Cita-Cita!

cita-cita

Kalau bicara gelar, saya nggak ada apa-apanya. Saya hanya seseorang yang ijazah terakhirnya adalah SMU. Saya memang pernah berkuliah, dapat beasiswa, dapat IPK terbaik, tapi saya tidak mengakhirinya dengan sebuah gelar baru. Kenapa? Mungkin kalian mulai bertanya-tanya ^^

Setiap orang tentu punya cita-cita. Saya sangat bangga dan terkesan dengan teman-teman yang begitu bersemangat meraih gelar-gelar baru mereka, terus sekolah dan sekolah hingga ke luar negara kemudian bekerja di tempat yang mereka inginkan. Mereka berusaha keras meraihnya karena itulah cita-cita mereka.

Beda dengan saya. Saya satu dari sekian manusia yang memiliki cita-cita ‘sederhana’. Sesederhana mengajarkan anak-anak mengaji, sesederhana berbagi ilmu agama yang sedikit dengan adik-adik, kakak-kakak, hingga emak-emak. Sesederhana mengisi kajian dan bertemu dengan teman-teman baru. Sesederhana tinggal di rumah, membantu ibu mencuci piring, melipat pakaian, dan menulis hal-hal yang baik di sela-sela waktu yang tersisa.

Inilah cita-cita saya dan itulah cita-cita mereka. Tidak ada yang salah dan tidak ada yang lebih mulia. Bukan sebuah kesalahan jika kamu hanya tamatan SD bahkan tidak punya gelar sekalipun dan bukan pula kesalahan jika seseorang terus bersekolah dan meraih gelar profesornya. Yang salah adalah ketika engkau tidak memiliki cita-cita!

Cita-cita itu bisa diraih lewat jalan mana saja bukan hanya lewat bangku sekolah. Jika cita-citamu meraih gelar sekolah tertinggi, maka bersekolahlah. Jika cita-citamu menjadi seorang yang ahli dalam bidang otomotif, maka pelajarilah. Jika cita-citamu membagikan ilmu agama, maka teruslah mencari ilmu agama. Jika cita-citamu menyebarkan kebaikan, maka teruslah menyebarkannya. Cita-citalah yang membuat hidup menjadi hidup. Tanpa cita-cita, maka kita ibarat mayat yang kebetulan memiliki nafas.

Dan ingat, sebagai seorang muslim, apapun cita-cita kita di dunia, maka berusahalah untuk selalu mengarahkannya pada cita-cita akhirat kita yang satu yaitu menggapai Jannah Allah Ta’ala. Cita-cita akhirat inilah yang akan membimbing kita untuk tetap berada di atas jalur yang benar, jalan yang lurus ^^

Wallahua’lam.

—-

Nah, sebagai penutup, jika saya ditanya: apakah saya masih punya keinginan untuk kuliah? Jawabannya, ya. Jika ditakdirkan untuk kuliah lagi, maka saya akan memilih Bahasa Arab sebagai teman perjuangan yang baru dan sebagai jalan mulus meraih cita-cita yang lebih tinggi ^^

Kesimpulannya: saya tidak menuntaskan kuliah bukan karena tidak suka bersekolah tapi karena salah jurusan saja 😀

_Nurhudayanti Saleh_ (Kamar tercinta, 11/4/2017. Ketika ditemani rinai hujan yang syahdu)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s