Akhlak dan Nasehat · My Diary · Sosok

Ummu Ahmad – Semoga Bertemu di Majelis Yang Lebih Indah

melepaskan

Saya mengenal beliau baru dua minggu terakhir dengan frekuensi pertemuan sekali dalam seminggu. Itu artinya pertemuan kami barulah dua kali saja, pertemuan dengan seorang ummahat yang begitu semangat dalam menuntut ilmu agama.

Pertemuan pertama terjadi di rumah beliau. Kala itu, kali pertama saya mendampingi halaqah beliau bersama ummahat lainnya. Beliau seorang ibu yang penuh semangat, paling rajin bertanya pun paling kritis di antara ummahat yang lain.

Di awal pertemuan kami, beliau membangun suasana dengan sangat baik begitu juga dengan para ummahat yang lain. Mungkin beliau tahu jika saya merasa sedikit canggung mengingat saya adalah yang termuda dan kebetulan harus menjadi orang yang membagikan ilmu kepada mereka semua. Saya bingung harus bersikap seperti apa, seperti seorang guru atau seperti seorang anak ^^

Melihat kekakuan itu, beliau mulai mencairkan suasana dengan guyonan yang membuat saya dan para ummahat yang lain tersenyum dan tertawa. Saya masih ingat betul ketika beliau bercanda akan menjodohkan saya dengan anaknya jika saja umur saya lebih muda paling tidak 3 tahun dari sekarang. Saya masih ingat pula bagaimana respon ummahat lain kala itu yang tak kalah mengundang tawa.

Lalu pertemuan kedua terjadi di salah satu rumah ummahat yang lain, tepat seminggu setelah pertemuan pertama. Hari itu adalah pertemuan kedua halaqah. Saat itu beliau tetap sama, menjadi ummahat yang banyak bertanya dan kritis akan semua hal. Beliau menanyakan beberapa pendapat yang berbeda di kalangan umat muslim di Indonesia pun perbedaan antara ormas Islam di Inonesia dengan pandangan pemerintah.

Saya masih ingat jelas, salah satu pertanyaan beliau dan menjadi pembahasan di akhir pertemuan hari itu adalah tentang ziarah kubur dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Jika ingin dihubung-hubungkan, maka sungguh tak ada yang kebetulan di dunia ini bukan? Minggu lalu beliau masih bertanya tentang adab ziarah kubur, dan hari ini tahukah kalian bahwa beliau telah dikubur. Ya, beliau yang aku ceritakan telah berpulang semalam, Jumat 04 November 2016. Innalillahi wa innailaihi rajiun, semoga kematian beliau termasuk ke dalam husnul khatimah.

Di hari jumat sore saya mendapat kabar kecelakaan beliau. Dua orang ummahat teman halaqah beliau datang ke rumah untuk memberikan kabar tersebut sekaligus menyarankan agar halaqah minggu ini diliburkan saja karena banyak peserta halaqah yang tidak bisa hadir karena sakit dan pulang kampung.

Dari dua ummahat tersebut pula saya menegtahui bahwa keadaan beliau langsung kritis pasca kecelakan jatuh dari motor dan masih di ruang UGD. Saya berencana menjenguk beliau di hari ahad karena di hari itulah saya berkesempatan keluar rumah, namun ternyata Allah berkehendak lain, pagi ini saya sudah mendapatkan kabar duka itu, beliau telah meninggal dunia tadi malam dan jenazah beliau di bawa ke kampung halaman beliau di Palopo.

Rasanya tentu sedih karena kehilangan ummahat yang begitu semangat menuntut ilmu agama. Tapi di sisi lain saya merasa bahagia paling tidak beliau kembali dalam keadaan aqidah yang lurus dan mengamalkan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Beliau kembali sebagai seorang thalabul ‘ilmi yang begitu ghirah mempealajari sunnah dan mengamalkannya.

Ummu Ahmad, begitulah nama panggilannya. Ya, nama anaknya adalah Ahmad yang belakangan saya tahu beliau hanya memiliki satu anak saja. Beliau tentu memiliki harapan yang besar kepada sang anak sehingga ia memberinya nama dengan nama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasalla. Semoga segala harapan tersebut terwujud dan sang anak menjadi anak yang shalih sehingga menjadi amal jariyah bagi beliau, sebuah amal yang pahalanya terus mengalir meski kini beliau telah berada di liang lahatnya.

Ummu Ahmad, semoga Allah mengampuni segala dosa-dosa beliau, menerima segala amal shalih beliau, menerima beliau di sisi-Nya sebagai golongan hamba yang taat. Semoga Allah melapangkan kubur beliau, menerangi kubur beliau, dan menyejukkan kubur beliau dengan angin dari Surga di pagi dan malam hari.

Ummu Ahmad, belakangan saya tahu bahwa beliaulah yang mengajak dan mengumpulkan ummahat yang lain untuk mau halaqah, mau menuntut ilmu agama. Masyaa Allah, betapa bersemangatnya beliau dalam mengajak orang lain dalam kebaikan.

Ummu Ahmad, kami yang masih di sini, yang pasti akan menyusul nanti, berdoa semoga kelak kita bertemu kembali dalam majelis yang lebih baik dan lebih berberkah dari majelis kita di dunia, yakni majelis-majelis indah di Surga-Nya kelak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

_Nurhudayanti Saleh_ (Wotu, 05/11/2016. Di saat hati masih terluka, kabar duka itu pun datang begitu saja)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s