Akhlak dan Nasehat · Sosok

Keraguan Berbuah Keyakinan

Jiwa-jiwa tarbiyah

Selalu ada kisah di balik seseorang yang mendapatkan hidayah dari Allah. Seperti pula dia, wanita tinggi nan manis parasnya. Aku mengenalnya pertama kali ketika kami sama-sama mengikuti diklat pendidikan anak usia dini di salah satu lembaga pendidikan di Yogyakarta. Kala itu kami tergabung dalam satu angkatan yang pesertanya didominasi perempuan, hanya ada satu peserta laki-laki.

Seiring berjalannya waktu kami semua menjadi akrab. Sebagai seorang muslimah, terbersit dalam hati untuk mengajak mereka lebih mengenal Islam, lebih mengenal syari’at Allah. Kala itu aku satu-satunya muslimah yang berjilbab panjang, orang-orang biasa menyebutnya akhawat.

Aku tak pernah mengira dialah yang Allah pilih dari sekian banyak teman di kelas. Sikapnya yang ‘slengean’ selalu membuatku ragu. Namun Allah berkata berbeda. Ketika memasuki masa praktek ke salah satu TK, aku dan dia di tempatkan di TK yang sama. Menurutku, inilah momentum aku mulai dekat dengannya dan merasakan benih-benih hidayah datang menyapanya.

Setiap kali kami (aku dan teman-teman akhwat di MSC) mengadakan kajian, aku selalu berusaha mengajak teman-teman di diklat. Namun lagi-lagi hanya ada tiga yang terlihat berminat, dan salah satunya adalah dia. Bahkan dari tiga orang yang datang kajian, hanya dua yang mau tarbiyah, dan salah satunya adalah dia. Dan dari dua yang mau tarbiyah, hanya satu yang bertahan hingga sekarang, dan yang satu itu adalah dia. Masyaa Allah…

Aku masih ingat betul ketika hari itu ia berkata; Bunda, kalau ada kajian ajakin lagi ya. Sungguh, kalimat itu membuatku sangat berbunga-bunga. Aku benar-benar bahagia mendengarnya. Orang yang selama ini kuragukan kesungguhannya, malah dialah yang berada di baris terdepan.

Sejak saat itu, sejak ia tarbiyah, perubahan mulai terlihat pada dirinya. Dulu dia telihat agak tomboy dengan celana panjangnya, namun kini berganti dengan rok panjang yang membuatnya terlihat lebih anggun. Ia mengaku di awal-wal perubahannya, memakai rok terasa sangatlah aneh tapi lama-kelamaan akhirnya ia merasa nyaman karena sudah terbiasa.

Dulu, kerudungnya hanya sampai di dada, itu pun suka ia tarik ke belakang sehingga fungsinya menutupi dada menguap begitu saja. Tapi sekarang, masyaa Allah. Kerudungnya kini semakin panjang. Ia sedang berusaha untuk memenuhi rukun-rukun jilbab syar’i yang sudah ia ilmui.

Jika tidak salah ingat, aku dan dia sudah saling mengenal sejak akhir tahun 2013. Itu artinya persaudaraan ini sudah berjalan sekitar 2 tahun lebih. Selama 2 tahun ini banyak sekali yang telah ia lewati. Dari perubahan penampilan, perubahan teman-teman, lalu terlibat di kegiatan-kegiatan baru yang mungkin dulu tak pernah ada dalam benaknya sekali pun, bahwa ia akan sampai pada titik ia saat ini.

Dia lebih muda dariku. Dia lebih tinggi dariku. Dan dia telah bertemu jodohnya lebih dulu😀

Adikku, yang namanya akan kuletakkan di akhir catatan ini, sungguh bertemu dan mengenalmu adalah sebuah kebahagiaan. Maafkan aku yang dulu meragukanmu. Sejak hari itu aku tahu, bahwa Allah lah yang memilih hamba mana yang akan Ia beri hidayah. Ya, Allah hanya akan memberi hidayah pada hamba yang di dalam hatinya ada keinginan besar untuk mau balajar dan berubah. Dan kau, memiliki hati itu Dik.

Adikku, tetaplah istiqamah di jalan Allah. Jadilah muslimah yang selalu memancarkan akhlak yang mulia. Ajaklah orang-orang di sekitarmu kepada kebaikan, semoga Allah memilih mereka pula. Jadilah isteri yang shalihah. Dan ibu yang penyayang untuk anak-anakmu kelak.

Inilah hadiah dariku dari tempat yang jauh, untukmu yang selalu dekat di sini, di hati, Adikku Hellina Suchova ^^

***

Kawan, ketahuilah bahwa hidayah itu bukan dinanti, tapi dicari. Carilah ia di antara tiang-tiang masjid yang menjulang, di antara orang-orang yang duduk bersama mengkaji Al-Qur’an ^^

_Nurhudayanti Saleh_ (Kamar tercinta, 06/09/2016. Ketika hati merindu)

One thought on “Keraguan Berbuah Keyakinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s