Akhlak dan Nasehat

Percakapan G & A – Pribadi Nyinyir

pribadi nyinyirGue: Sebel gue!

Aku: Sebel kenapa?

Gue: Itu loh, gue punya teman FB, hobinya tuh nyinyir apa aja yang dia nggak suka. Udah gitu kalau nulis status sukanya pakai kata-kata yang nggak enak dibaca. Misalnya aja tentang seragam kontingen Indonesia pas acara pembukaan Olimpiade Rio kemarin. Masa dia bilang seragam Indonesia kayak bungkusan permen. Belum lagi masalah gembong narkoba yang dihukum mati, dia bilang taubatnya si gembong narkoba cuma buat narik simpati, dia nyinyir sama jenggot dan keningnya yang ada bekas hitamnya.

Aku: Akun, akun dia. Kenapa kamu yang sewot?😀

Gue: Bukannya sewot. Kalau gue sewot mah dari kemarin gue komen di statusnya dan balas argument dia. Trus kita berdua debat kusir. Sampai lebaran haji juga nggak bakal kelar! Gue cuma prihatin sama dianya. Bisa-bisa dia nggak bakal bahagia karena tiap hari kerjaannya cuma nyinyir.

Aku: Lah ini, kamu juga lagi nyinyirin dia, xixixi…

Gue: Huffff…, oke! Sekarang gue nanya sama lu deh. Menurut lu apa yang harus gue lakuin?

Aku: Menurutku…, yang perlu kamu lakukan sekarang adalah jangan ikut-ikutan nyinyir kayak dia. Kalau kamu nggak suka sama dia karena dia orangnya nyinyir, itu artinya kamu juga nggak suka diri kamu sendiri.

Gue: Okey. Trus menurut lu, apa sih yang harus kita lakuin biar kita nggak jadi pribadi yang nyinyir? Soalnya gue lihat lu kayaknya nggak pernah nyinyir sama apapun.

Aku: Hahaha, itu karena kamu nggak pernah dengar aja kalau aku lagi nyinyir, soalnya aku nyinyirnya dalam hati, hihihhi…😀

Gue: Yeee kirain. Trus caranya biar nahan lidah dan jari biar nggak ngomong dan nulis kata-kata nyinyir gimana?

Aku: Emm,,, caranya sederhana. Setiap kali pengin nyinyir, kamu harus kembali berkaca. Bukan buat nerawang seberapa banyak jerawat di muka tapi buat liatin seberapa banyak kekurangan pada diri kita. Ada nggak kekurangan yang kita temukan? Kalau ada, berarti jangan nyinyir. Kita aja belum beres, kenapa sibuk nyinyirin orang yang belum tentu lebih buruk dari kita. Siapa tahu kita yang malah lebih buruk dari dia.

Gue: Hemmm, ya ya ya, cara yang cerdas banget. Karena di dunia ini nggak ada orang yang sempurna, berarti sebenarnya nggak ada orang yang berhak nyinyir ke orang lain!

Aku: Nah betul! Tumben lu pinter? Hehehe…

Gue: Ya ela, gitu amat!

Aku: Nah, buat kita yang punya teman yang suka nyinyir, daripada gondok tiap baca postingan dia, ada baiknya nasehatin. Kan tadi katanya prihatin, jadi silakan dineshati dengan cara yang baik. Kalau udah dinasehatin tapi masih tetap nyinyir, berarti dia bukan teman yang baik, tinggalkan.

Gue: Setuju! Lebih baik punya sedikit teman tapi baik semua, daripada punya banyak teman tapi pada nyinyir semua, hehehe…😀

***

NB: Saya teringat sebuah ayat dalam Al-Qur’an yang sangat menggugah; “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (Q.S. Al-Hujarat: 11)

Ayat ini sungguh luar biasa. Begitu dalam maknanya dan sangat menggugah. Siapun kita, sungguh kita tidak berhak untuk mencela orang lain. Apalagi mencela agama atau tuhan-tuhan yang lain. Ketika kita yakin kitalah yang benar, maka sebarkan keyakinan itu dengan cara yang baik, tunjukkan akhlak yang mulia agar manusia terkesima. Bukan dengan cara nyinyir, sehingga orang lain membalas dengan yang lebih buruk.

Apalagi nyinyir pada hal-hal yang kita tidak paham dengannya, hanya bermodal emosi dan penilaian yang hanya dari satu pihak (subjektif) lalu menuduh ini dan itu salah. Ingat, berlaku bijiak akan membuat kita jauh lebih sehat dan bahagia ^^

_Nurhudayanti Saleh_ (Kamar Tercinta, 08/08/2016)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s