Akhlak dan Nasehat

Pernikahan Bukan Tujuan

Pernikahan bukan tujuan

Tujuan adalah akhir. Seperti seorang musafir, ketika ia telah sampai pada tempat tujuannya, maka ia akan berhenti dan tidak akan kemana-mana lagi. Ia akan tetap tinggal di sana dan tak lagi perlu mengumpulkan bekal untuk dirinya.

Tujuan setiap umat muslim adalah Jannah Allah Ta’ala. Sebelum kita menginjakkan kaki kita di sana, maka kita tidak boleh berhenti mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya yakni beribadah kepada Allah Ta’ala. Salah satu bekal terbaik menuju Surga adalah berdakwah, karena pahala berdakwah in syaa Allah mampu terus mengalir meski si pelaku dakwah telah berada di liang lahat.

Lalu apa hubungannya dengan menikah? Terkadang, seseorang yang aktif berdakwah menunda menikah dengan alasan ia belum banyak memberikan sumbangsih dalam dakwah, ia belum banyak melakukan sesuatu untuk dakwah dan agamanya. Seolah-olah ketika sudah menikah ia tidak lagi melakukan aktifitas dakwah. Seolah-olah pernikahan adalah tujuannya.

Terkadang pula, seseorang yang telah lama bergelut dalam dunia dakwah, telah banyak pengalaman dan jam terbangnya, menolak menikahi seseorang yang pengalaman dakwahnya masih sedikit. Seolah-olah setelah menikah seseorang tidak akan lagi terlibat dalam dakwah, tidak bisa lagi menambah aktifitas dakwah. Seolah-olah pernikahan adalah akhir dakwahnya dan seolah-olah pernikahan adalah waktu istirahatnya.

Sesungguhnya menikah hanyalah wasilah, salah satu jalan menuju tujuan kita yakni Surga Allah Ta’ala. Menikah bahkan menjadi ladang dakwah yang baru bagi kedua pengantin baru. Menikah juga menjadi tempat kita saling menyemangati dan membangun strategi dalam dakwah. Menikah adalah tempatnya kita melahirkan pejuang-pejuang dakwah yang baru yang lebih tangguh.

Menikah bukanlah akhir perjalanan dakwah. Jangan menunda menikah hanya karena alasan belum mempersembahkan yang terbaik dalam dakwah, belum banyak hal yang dilakukan dalam dakwah. Belajarlah dari para Sahabat yang masih muda yakni Ali bin Abi Thalib salah satunya, ia sukses berdakwah bukan karena tidak menikah di usia muda, namun karena ada seorang pendamping yang menyemangati dan ikut serta membantu dalam dakwah yakni Faathimah binti Muhammad.

Menikah bukan akhir perjalanan dakwah. Jangan menolak menikahi seseorang hanya karena memiliki sedikit pengalaman dakwah. Bukankah setelah menikah dakwah masih terus berjalan sehingga yang sedikit bisa menjadi banyak. Menikah adalah tempat kita berbagi pengalaman dakwah dan mengambil pelajaran sebanyak-banyaknya. Ajarkan ia, bantu ia untuk memiliki pengalaman dakwah sepertimu. Karena sekali lagi, menikah bukanlah tujuan. Ia hanyalah jalan.

Tapi bukan berarti tak usah menikah. Menikah punya keistimewaan dibanding ibadah lainnya. Menikah membuka banyak jalan meraih pahala. Dengan menikah akan mempermudah kita mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya di dunia. Bukankah saling menggenggam tangan saja akan menggugurkan dosa-dosa? Akan berbuah pahala? Sesuatu hal yang tidak akan dialami dan didapatkan sebelum menikah.

Maka, menikahlah karena ingin memperbanyak pahala, menikahlah untuk saling menguatkan dalam dakwah, menikahlah untuk melahirkan mujahid-mujahid Allah. Jangan pernah berhenti berdakwah tatkala telah menikah. Namun, jika engkau ditakdirkan tidak juga menikah setelah berusaha, maka jangan berputus asa karena sekali lagi, menikah bukanlah tujuan. Tujuan kita adalah Surga Allah. Bersabarlah. Raihlah Surga lewat jalan yang berbeda.

Wallahua’lam.

_Nurhudayanti Saleh_ (Kamar Tercinta, 28/07/2016. Ketika usai membaca Bukan Terminal Perhentian di buku Saksikan Aku Seorang Muslim, Salim A Fillah)

2 thoughts on “Pernikahan Bukan Tujuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s