Akhlak dan Nasehat · Cerpen · My Diary

Cinta yang Nyaman

cinta yang nyaman

“Dia itu bisa dibilang baesan saya. Anak pertamanya, Rudi, menikah dengan ponakan saya.”

Samar-samar aku mendengar percakapan ibu-ibu yang sedang berkumpul di dapur. Rumah memang sedang ramai oleh tetangga karena beberapa hari lagi pesta pernikahan adikku akan digelar.

Rudi. Mendengar nama itu dan mengetahui kenyataan bahwa ia telah menikah membuatku mengulum senyum bahagia. Aku sudah tak ingat kapan terakhir ia masih bertanya tentangku. Mungkin sekitar 3 atau 2 tahun lalu. Tiap kali mama menelpon, tiap kali itu pula adikku akan menyempatkan untuk menyampaikan salam dari lelaki itu.

Lelaki yang dulu mengaku mencintai malah memilih wanita lain. Tentu bukan hakku untuk kecewa karena aku sendiri yang tak pernah menggubrisnya setelah ikatan itu kuputuskan sepihak.

Ya, aku dan dia dulu punya cerita, tapi malangnya cerita itu tertulis di waktu yang salah, belum saatnya. Aku masih ingat betul bagaimana ia menyatakan cinta yang belakangan setelah dewasa aku tahu itu bukan cinta tapi suka. Sebuah rasa yang bisa tumbuh kapan saja dan untuk siapa saja, bahkan bisa berganti jika sudah tak perlu lagi.

Tentu hari ini aku belajar lagi. Bahwa pengakuan cinta bukanlah hal yang paling utama karena seorang wanita membutuhkan aksi nyata. Cinta yang tidak dilandasi sikap tanggungjawab tidaklah bisa disebut cinta, ia hanya fatamorgana, terlihat ada namun semakin ditanyakan semakin ia hilang entah kemana.

Cinta adalah sebuah rasa yang kau wujudkan lewat cara yang benar, karena jika lewat cara yang salah, maka itu hanyalah nafsu semata. Cinta yang jujur hanya akan tumbuh saat berada di dalam jalur. Jalur yang telah ditetapkan oleh Allah. Bukankah berjalan di jalan yang bebas hambatan itu terasa lebih nyaman? Begitulah cinta yang halal. Nyaman karena tak perlu lagi cemas.

_Nurhudayanti Saleh_ (Kamar Penuh Cinta, 10/07/2016)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s