Diposkan pada Akhlak dan Nasehat, Sirah, Sosok

Ceramah Ramadhan – Mendulang Hikmah dari Kisah Umar bin Khattab (Ustadz Seno Aji)

ceramah ramadhan

Inilah sebuah kisah seseorang yang dahulu membenci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Seseorang yang dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya; Sekiranya setelah aku ada seorang Nabi, maka dialah dirimu. Ya, dialah Sahabat Umar bin Khattab, Khalifah kedua setelah Sahabat Abu Bakar r.a.

Kisah ini amatlah mahsyur. Sebuah kisah yang terjadi ketika sang Khalifah sedang mengadakan patroli di malam hari, di saat kebanyakan orang sudah tertidur lelap di rumah masing-masing. Inilah kebiasaan Sahabat Umar pada masa tampu kepemimpinannya, ia selalu memantau masyarakatnya secara langsung, adakah masyarakatnya kekurangan, menderita, dan lain sebagainya.

Ketika suatu malam ia merasa lelah berkeliling, ia dan ajudannya berhenti di depan sebuah rumah untuk beristirahat. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding rumah sekedar melepas lelah yang menggelayut. Tak ia sangka, sang pemiliki rumah tersebut belumlah tertidur seperti penghuni rumah yang lain. Umar mendengar dari balik dinding, sang penghuni tengah beradu argumen yang dari percakapan tersebut, Umar tahu kedua perempuan tersebut adalah ibu dan anak yang bekerja sebagai penjual susu.

Ibu: Nak, campurkanlah air itu ke dalam susu agar hasilnya lebih banyak.

Anak: Ibu, kita tidak boleh melakukan itu. Itu curang  namanya. Sesungguhnya aku pernah mendengar Khalifah Umar melarangnya.

Ibu: Tak apa Nak. Bukankah Khalifah Umar tidak sedang melihat kita.

Anak: Ibu, tidak pantas aku melakukan itu. Tidak pantas, di depan Khalifah Umar aku menaatinya lalu di belakangnya aku menghianatinya. Lebih dari itu, ketahuilah Bu, Khalifah Umar memang tidak sedang melihat kita, tapi Tuhannya Umar sungguh sedang melihat kita.

Mendengar kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh sang anak, Umar pun tegugah. Ia sangat mengagumi keimanan sang anak penjual susu tersebut. Keesokan harinya ia menyuruh ajudannya mencari tahu tentang penghuni rumah tersebut. Setelah mendapatkan informasi bahwa penghuni rumah tersebut keduanya berstatus janda, maka Umar memanggil anak-anak laki-lakinya dan bertanya siapa di antara mereka yang belum menikah agar dinikahkan dengan sang anak penjual susu tersebut, seorang wanita dengan keimanan yang teguh.

Singkat cerita, dari pernikahan Ashim (anak Umar) dengan wanita shalihah tersebut lahirlah seorang anak perempuan yang kemudian menikah dan melahirkan seorang anak yang amat terkenal bernama Umar bin Abdul Aziz (cicit Umar bin Khattab) yang kemudian menjadi seorang Khalifah yang amat terkenal atas kejayaannya memimpin umat Islam kala itu. Saking jayanya, sampai-sampai umat islam saat itu kebingungan menyedekahkan harta mereka karena tak ada satupun masyarakat yang pantas menerima sedekah tersebut (semua dalam kondisi berkecukupan), Masyaa Allah.

—-

Sampai di sini, ada beberapa faedah yang bisa kita petik dari kisah tersebut, di antaranya:

  1. Tidak boleh taat kepada perintah manusia ketika perintah tersebut dalam rangka bermaksiat kepada Allah, sekalipun yang memerintahkan adalah orang tua kita.
  2. Tidak boleh berbuat curang, karena berbuat curang termasuk dosa.
  3. Wajib bagi orang tua untuk mencarikan jodoh yang terbaik untuk anak-anaknya.
  4. Ketika ingin menikah, maka pilihlah wanita yang shalih karena ia in syaa Allah akan melahirkan keturunan yang shalih pula > (faedah yang ditambahkan oleh penulis).

Demikian. Sesungguhnya kebenaran itu datangnya dari Allah. Dan yang salah datangnya dari kami dan godaan syaitan laknatullah.

_Nurhudayanti Saleh_ (@Masjid Pogung Dalangan, Jogja, 08 Ramadhan 1437 H)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s