Akhlak dan Nasehat

Jangan Ke Masjid, Nanti Ditembak!

Ditembak

Tadinya tulisan ini hanya ingin saya jadikan sebuah status biasa, namun ketika mulai menuliskannya saya menyadari tulisan ini akan begitu sangat panjang karena begitu banyak hal yang ingin loncat keluar dari dalam kepala dan jari pun sudah tak sabar untuk mulai mengetik kata demi kata.

Berawal dari mengamati berita lewat layar kaca dan artikel yang tersebar luas di dunia maya, ada banyak hal yang membuat saya bertanya-tanya. Dan salah satunya adalah hal yang akan saya tuliskan pada catatan kali ini.

Mari kita amati dan ingat-ingat kembali tentang beberapa berita yang telah berlalu atau masih menjadi topik hangat saat ini. Dalam sebuah berita yang telah lalu, seorang anak pejabat atau artis mengalami kecelakan atau menabrak seseorang (bahkan ada yang beberapa orang) yang mengakibatkan sang korban meninggal dunia. Secara tidak langsung mereka telah merenggut nyawa seseorang. Kemudian kasusnya ditangani dan hasilnya? Tak jarang mereka bebas dengan jaminan atau paling banter dihukum dengan beberapa tahun penjara. Wow, sangat luar biasa.

Lalu mari bandingkan dengan berita yang lainnya, seorang laki-laki yang tak pernah sekalipun terlihat melakukan perbuatan buruk apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang, pekerjaannya ke sawah, rajin shalat ke masjid, rajin mengaji, tau-tau ditangkap tanpa bukti apapun dan yang menangkap hanya mengandalkan ke-TERDUGA-an semata. Mungkin akan terlihat sedikit baik jika menangkapnya dengan baik-baik, tapi tidak! Kebanyakan, mereka dipaksa, disiksa, bahkan ada yang langsung ditembak, lalu mati di tempat. Astaghfirullah.

Nah, dari dua jenis berita yang sudah sering kita nikmati tersebut, adakah yang terasa janggal? Aneh? Jawabannya tentu saja; Ya ada. Yang satu telah jelas kejahatan dan kesalahannya bahkan satu Indonesia pun tahu, tapi mendapatkan kebebasan atau hukuman yang ringan, sementara yang satu lagi tidak jelas kesalahannya, tidak pula ada yang menyaksikannya berbuat jahat, tapi mendapatkan perlakuan kasar bahkan sampai disiksa dan dibunuh, dihukumi semena-mena.

Pertanyaan selanjutnya adalah, adilkah? Mengapa mereka mendapatkan perlakuan yang berbeda? Silakan dijawab sendiri karena jika saya menuliskan di sini, maka saya khawatir akan ada orang yang mengatakan bahwa saya sedang menghasut atau apa pun itu. Karena itu, saya hanya memaparkan beberapa berita yang tersaji di berbagai media.

Dan ternyata tidak sampai di situ saja. Sebuah berita tidak hanya berperan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sekedar ‘agar tahu’, tapi berita juga memiliki peran penting untuk mempengaruhi masyarakat. Bahkan bisa menghadirkan rasa khawatir pada masyarakat.

Banyaknya dan tersebarnya berita tentang penangkapan dan penembakan laki-laki yang rajin ke masjid, membuat presepsi baru pada sebagian masyarakat. Berita ini seolah-olah ingin menggiring masyarakat pada kesimpulan bahwa laki-laki yang rajin ke masjid, rajin mengaji adalah penjahat. Sehingga masyarakat yang tidak paham akan menutup pergaulannya dengan orang-orang yang memiliki ciri-ciri demikian. Bahkan bisa sampai pada tahap, melarang anak-anak mereka untuk pergi ke masjid. Berita tersebut berhasil menanamkam kebencian di sebagian masayarakat.

Sementara bagi mereka yang paham betul bahwa rajin ke masjid bukanlah sebuah kejahatan, maka berita tersebut akan membuat mereka cemas dan was-was. Mereka bahkan bisa sampai ketakutan untuk melangkahkan kaki mereka ke masjid (lagi). Ibu-ibu atau isteri-isteri mereka akan berkata; Jangan ke Masjid, nanti ditembak! Subhanallah. Berita tersebut, bahkan oknum yang rajin melakukan penangkapan berhasil menebarkan rasa takut (teror) di sebagian masyarakat. Kalau sudah begini, siapakah teroris sesungguhnya?

Wallahua’lam.

Tulisan ini tentu bukan ajang propaganda untuk menanamkan kebencian pada siapapun. Ini hanya hasil pengamatan seorang penyimak berita yang peduli dan cemas dengan negerinya, bangsanya, terlebih lagi pada agamanya.

Lewat tulisan ini, saya juga ingin mengajak teman-teman untuk lebih bijaksana dalam membaca atau mendengarkan sebuah berita. Jangan langsung menelannya mentah-mentah tapi mari kaji terlebih dahulu kebenarannya.

Saya juga mengajak semua pembaca dan penulis lainnya untuk benar-benar peduli. Jangan sampai kita hanya menyibukkan diri dengan perkara-perkara sepele; sibuk membahas atau menulis tentang film India, drama Korea, Anak Jalanan sampai ‘Anak Jendral’, padahal di luar sana masih banyak hal yang lebih berkelas untuk dibahas dan dikupas, ditulis dan disebar luas agar yang membaca benar-benar bisa membuka mata dan hati.

_HD_ (Jogja, 12/04/2016. Kali ini pakai ini sial, soalnya takut ditangkap *ups!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s