Akhlak dan Nasehat · Cerpen

Laki-Laki Seperti Ini

Hamba-Allah

Malam itu saya terus memikirkan pengakuan seorang teman. Sampai saat ini tanpa ia sadarai, ia mengaku masih menempatkan fisik (penampilan wajah) di urutan pertama kriteria laki-laki yang ia inginkan menjadi pendamping hidup meski ia telah memahami dengan sangat baik bahwa wajah tampan bukan jaminan kebahagiaan sebuah keluarga.

Saya terus memikirkan dan membandingkan dengan diri saya sendiri. Jangan-jangan saya pun masih demikian. Jangan-jangan meski sudah ngaji sekian lama, saya masih belum bisa menerapkan dan mengamalkan sepenuhnya ilmu yang saya dapatkan. Berfikir lama malam itu, akhirnya saya terlelap dalam sebuah tanya yang belum terjawab.

Keesokan harinya, saat berada di dalam kelas sembari memandangi siswa-siswa kelas 1 MI yang sedang tekun belajar, pikiran itu kembali datang. Kali ini, saya mencoba memikirkan dengan matang sambil terus memperhatikan siswa satu-persatu. Dan, ah…, akhirnya saya menemukan jawaban.

Sebagai seorang guru, tentu saya memiliki siswa-siswa unggulan di dalam hati. Meraka adalah anak-anak yang membuat hati saya terpikat disebabkan karakter yang mereka miliki. Melihat mereka saya akhirnya menemukan jawaban tentang laki-laki seperti apa yang saya harapkan selama ini.

Siswa pertama; Laki-laki berwajah tampan, berpostur tinggi, cerdas, supel sekaligus cool. Melihat dia, saya berfikir apakah laki-laki seperti ini yang saya harapkan? Ternyata bukan! Bukan laki-laki seperti itu yang saya harapkan menjadi pendamping hidup. Dia ternyata lebih mendekati karakter menantu yang saya idamkan. Saya merasa, laki-laki seperti itu bisa menjaga anak perempuan saya kelak😀

Siswa kedua; Laki-laki berwajah rupawan, berkulit putih, berhati lembut, cerdas, dan penurut. Melihat dia, saya kembali berfikir apakah laki-laki seperti ini yang saya impikan? Ternyata lagi-lagi bukan. Dia lebih mendekati karakter anak yang saya idamkan di masa depan😀

Lalu siswa yang ketiga; Laki-laki dengan wajah biasa, kulit cokelat, tidak tinggi, namun tegas, bijaksana, dan humoris. Dia ketua kelas. Melihat dia, saya pun tersenyum. Ternyata laki-laki seperti inilah yang saya harapkan sejak dulu.

Yah. Saya telah menemukan jawaban dari pertanyaan semalam. Pada akhirnya saya tahu, saya tidak lagi seperti dulu (paling tidak untuk saat ini :D) yang menjadikan fisik nomor satu. Saya menyadari, bukan karena dia tampan, tinggi, berkulit putih, lantas menjadi laki-laki impian, tapi karena dia tegas, bijaksana, berjiwa pemimpin, berwibawa, disegani, humoris, dan menyenangkan. Yah, seperti itulah lelaki masa depan versi hati saya.

Tapi jangan tanyakan di mana karakter shalih saya letakkan. Keshalihan seorang laki-laki adalah syarat mutlak. Dia harus mencintai Allah, mencintai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, dan mencintai dakwah. Setelah syarat mutlak itu terpenuhi, lalu dia seperti lelaki masa depan yang saya harapkan maka itu pastilah bonus dari Allah^^

Catatan:
Semoga tulisan ini tidak terbaca seakan-akan penulisnya ingin segera menemukan jodoh atau ditemukan jodohnya😀 Karena si penulis percaya, jodoh akan datang pada waktunya🙂

_Nurhudayanti Saleh_ (Jogja, 25-05-2015. Dermaga Yang Masih Sepi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s