Akhlak dan Nasehat

Dilema Aktivis Dakwah

aktivis

Ngadain musyawarah tapi nggak pakai hijab. Ngadain kegiatan tapi ikhtilat.

Hem, ya inilah dilema aktivis dakwah yang sudah mengenal dakwah sunnah. Mereka dilema antara mempertahankan prinsip atau mempertahankan persatuan dengan jama’ah (katanya). Dan tidak sedikit yang akhirnya memilih persatuan dan mengorbankan prinsip mereka, mengorbankan syariat Allah.

Duhai sayang seribu sayang. Duhai para aktivis dakwah (katanya). Tidakkah tugas utamamu adalah mendakwahkan syariat Allah? Lalu bagaimana bisa kalian mendakwahkannya, bagaimana bisa kalian mengharapkan orang lain mau menjalankan syariat Allah sementara kalian sendiri tidak melaksanakannya. Tidakkah kalian banyak berfikir dan merenunginya?

Duhai para aktivis dakwah (katanya). Kalian bersatu dalam sebuah jama’ah (organisasi) dakwah, namanya begitu islami dan indah, tapi coba kalian raba kembali, apakah sudah benar-benar islami atau ternyata hanya sekedar label semata. Ya, karena banyak pelanggaran yang terjadi di sana; campur baur antara ikhwan dan akhwat, musyawarah tanpa hijab, tertawa dan bercanda bersama, sibuk membangun organisasi tapi lupa membangun diri sendiri.

Duhai para aktivis dakwah (katanya). Cinta kepada jama’ah (organisai) memang perlu tapi ingat dan catat dalam benakmu, pahat agar ia tidak terhapus, bahwa cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah lalu kepada Rasulullah. Dan bukti cinta yang paling nyata adalah menjalankan segala syariat yang datang dari Allah dan RasulNya. Ketika ada aturan jama’ah yang menyelisihi aturan Allah, maka jama’ah itu bukan lagi jama’ah dakwah. Bukankah begitu?

Duhai para aktivis dakwah yang sedang gundah lagi gulana. Tak perlu bimbang dan ragu. Tak perlu takut apalagi malu. Tegakkan prinsp itu pada dirimu. Cintai Allah dan RasulNya lebih dahulu. Jika kau mampu merubah apa yang ada dalam jama’ahmu, maka ubahlah dengan sungguh-sungguh. Namun jika tidak, maka tinggalkan ia. Jangan korbankan Allah hanya karena makhlukNya. Ingatlah bahwa jama’ahmu tidak mampu melindungimu dari murka Allah, namun Allah pasti dan sangat mampu melindungimu dari murka mereka.

Duhai para aktivis dakwah sejati, tak perlu takut sendiri karena kalian tidak sendiri. Di luar sana banyak orang yang sedang memperjuangkan dakwah ini dengan jalan yang benar. Maka ikutilah mereka, bergabunglah bersama mereka. Karena sehebat apapun seseorang, ia tidak akan mampu menanggung beban dakwah ini sendirian.

Wallahu’alam.

_Nurhudayanti Saleh_ (Jogja, 03/05/2015. Di antara gerimis hujan dan ingatan di masjid siang tadi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s