Akhlak dan Nasehat · My Diary

Cahaya-Cahaya Kebahagiaan

cahaya

Air mata itu luruh satu-satu. Hati ini bergemuruh penuh rasa haru. Kebersamaan yang singkat namun membekas tak terhapus. Ada kebehagiaan tatkala kalimat demi kalimat itu meluncur mulus dari bibir seorang wanita yang tidak lagi muda.

Siang menjelang sore, kami duduk bersama sembari mendengarkan nasihat-nasihat indah dari seorang ummahat. Dia berbagi pengalaman demi pengalaman guna menguatkan perjuangan kami para pemuda pejuang dakwah illlallah.

Kata-kata itu sangat menyentuh kalbu. Terpahat di dalam hati dan sanubari. Seperti baru pertama kali telinga ini mendengar. Seperti baru hari ini kami menjadi seorang muslimah. Seperti baru hari ini Allah memberikan hidayah.

Siapapun muslimah yang hari ini berjuang di jalan Allah, menjaga hijab-hijab mereka, senantiasa menuntut ilmu agama, maka dialah muslimah pilihan Allah. Dialah muslimah yang dicintai Allah. Dialah muslimah yang paling bahagia.

Bukankah telah jelas bahwa Allah memilih kita dari sekian manusia, dari sekian banyak wanita, dan dari sekian banyak muslimah. Allah memilih kita untuk mengemban sebuah amanah yang juga diemban oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yakni dakwah di atas agama Allah. Bukankah istimewa? Bukankah ini tanda cinta?

Maka berbahagialah saudariku, berbahagialah. Engkau pantas berbahagia karena engkau muslimah pilihan Allah. Engkau muslimah yang dicintai Allah. Engkau muslimah yang telah menemukan hidayah, yang sekiranya hari ini hidayah itu belum engkau temukan, mungkin engkau menjadi satu dari sekian wanita yang dengan mudahnya mengumbar aurat-aurat mereka dan dinikmati oleh siapa saja.

Maka berbahagialah. Maka berbanggalah. Hidayah adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada setiap wanita. Dengan semangat inilah, semangat anugera terindah, kita berjuang, kita berdakwah membagikan anugerah ini kepada wanita yang lainnya.

Siang telah berlalu. Mata masih basa karena haru. Semua tahu, kita hidup di zaman yang jauh dari zaman Rasulullah Shallalllahu’alaihi wasallam, namun kita telah memilih menjadi satu dari sekian banyak pengikutnya yang setia. Setia berjalan di atas sunnah. Senantiasa istiqamah di zaman penuh fitnah. Kita tegar dan kokoh meski godaan syetan dan hawa nafsu mengitari kita. Dan kita sudah seharusnya tetap tangguh di tengah terjangan musuh serta percaya Allah selalu bersama kita dan menyediakan pahala yang luar biasa sebagai hadiah.

Kita sedih tatkala melihat muslimah jauh dari Rabbnya dan bahagia ketika melihat mereka dekat dengan fitrahnya sebagai hamba. Karena itu, di siang yang syahdu ini kami memahat mimpi-mimpi, cita-cita kami tertinggi yakni mengantarkan hidayah kepada muslimah lainnya, mengajak mereka untuk mau mengambil anugerah terindah dari Tuhannya. Cita-cita kami; menjadi cahaya-cahaya kebahagiaan di mana pun berada.

_Nurhudayanti Saleh_ (Jogja, 26-04-2015. Nasihat untuk mulimah pejuang agama Allah)

4 thoughts on “Cahaya-Cahaya Kebahagiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s