Akhlak dan Nasehat · Aqidah

Siapakah Yang Lebih Aneh?

tanda-tanya

Bulan Februari hampir berlalu namun kemeriahan hari Valentine dan hari raya Imlek masih meninggalkan jejak yang begitu jelas. Dua hal yang tidak seharusnya dirayakan dan dimeriahkan oleh kaum muslimin di mana pun dan dari kalangan apa pun.

Namun kenyataan berbicara lain, dua hari tersebut disambut begitu meriah. Kaum muslimin ikut merayakan. Lihat saja remaja kita ketika memasuki tanggal 14 Februari, mereka sibuk menghabiskan waktu dengan kekasih-kekasih mereka; jalan-jalan, makan, bahkan sampai ada yang menyewa penginapan. Astaghfirullah…

Lalu ketika hari raya Imlek tiba, berbagai kalangan ikut meramaikan. Tengok saja kalangan masyarakat menengah ke atas. Mereka berkumpul dan berlomba memperlihatkan penampilan terbaik mereka dengan busana bernuansa merah. Yang muslimah tak mau kalah. Mereka datang dengan gaun merah panjang bak Putri Sanghai di masa kerajaan dengan kerudung tipis menutupi kepala. Seolah-olah, kita yang ikut merayakan, begitu memahami perayaan-perayaan tersebut, begitu memahami seluk beluk hari-hari tersebut. Seolah-olah dua hari itu bagian dari agama Islam padahal telah jelas dua hari tersebut berasal dari orang-orang Nasrani dan orang-orang Tiongkok.

Sebaliknya jika kita dihadapkan atau melihat beberapa realita pada saudara kita yang lain (sesama muslim), seperti laki-laki yang memelihara jenggot-jenggot mereka, bercelana di atas mata kaki, rajin shalat berjama’ah di masjid, muslimah yang berjilbab lebar, bercadar, memakai kaos kaki, tidak merayakan maulid, tidak merayakan ulang tahun, dan sebagainya maka akan terlihat begitu aneh di mata kita. Kita menganggap bahwa yang ‘aneh-aneh’ itu bukan bagian dari Islam. Padahal telah banyak dalil yang menerangkan bahwa apa-apa yang dianggap aneh tersebut berasal dari agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.

Salah satu contoh adalah tentang wajibnya seorang laki-laki mengenakan pakaian di atas mata kaki. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Pakaian yang berada di bawah mata kaki berada di dalam neraka.” (H.r. Imam Ahmad, 6254; shahih Al-Jami’, 5571)

Atau tentang wanita berpakaian (berjilbab) lebar. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Dua golongan penduduk neraka yang belum pernah aku lihat; yakni kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi, dengannya mereka memukul manusia; dan kaum perempuan yang berpakaian tapi telanjang (tipis/ketat), yang berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya, padahal bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (H.r. Muslim, 3/1680)

Bisa jadi kita merasa aneh dengan hal tersebut karena kita tidak memiliki ilmu tentangnya. Dan kuat dugaan, hal itu dikarenakan kita jauh dari agama kita sendiri dan lebih dekat kepada agama orang lain, kita jauh dari saudara kita yang muslim dan dekat dengan orang-orang non muslim, kita jauh dari majelis ilmu agama, dan dekat dengan majelis-majelis duniawi.

Padahal ketika kita (mengaku) seorang muslim, maka sudah sewajarnya kita dekat dengan agama kita, wajar ketika kita dekat dengan muslim lainnya, wajar ketika kita dekat dengan majelis ilmu, dan wajar ketika kita dekat dengan Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah.

Sungguh, ketika kita ingin merenungkan perkara ini dengan hati yang bersih, maka tentu kita mampu melihat siapakah yang benar-benar aneh di antara kita; Apakah kita yang dekat dengan agama kita atau kita yang jauh darinya? Apakah kita yang dekat dengan teman-teman muslim atau kita yang lebih dekat dengan orang-orang non muslim? Apakah kita yang rajin ikut kajian atau kita yang malas-malasan? Atau manakah yang lebih aneh, apakah kita yang menjalankan syariat Islam atau kita yang menjalankan syariat agama lain?

Maka sampai di sini, di baris terakhir tulisan ini, sekali lagi kami bertanya, dan mari renungkan dengan hati yang benar-benar bersih lagi lapang; Siapakah yang lebih aneh?!

_Nurhudayanti Saleh_

Referensi:

Haram Tapi Disukai karya Muhammad bin Shalih Al-Munajjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s