My Diary

Nostalgia Masa Kuliah

Karena status salah seorang sahabat jaman kuliah dulu (sampai sekarang juga masih sahabat, insya Allah), saya jadi teringat dengan masa-masa itu, masa-masa kuliah, masa akhir remaja yang penuh dengan cerita.

Dulu, delapan tahun lalu saya menjadi mahasiswa baru di Jurusan Biologi Universitas Negeri Makassar bersama seratusan mahasiswa yang lain. Kala itu saya belum mengenal siapapun kecuali teman-teman dari SMA yang sama, yang kesemuanya adalah lelaki😀

Namun seiring berjalannya waktu, yang awalnya saling malu-malu karena masih baru dan lugu, lama-kelamaan akhirnya ‘tidak tahu malu’😀 Kami mengenal satu sama lain, menjadi dekat, menjadi akrab, menjadi kompak. Khususnya kami yang berada dalam satu kelas, yakni kelas B, kelas yang tentu saja istimewa dan menyimpan banyak kenangan indah untuk kami semua.

Kebersamaan. Inilah yang ingin saya ceritakan, ingin saya kenang kembali. Ada saat, saya merasa kami begitu dekat dan akrab satu sama lain. Saling menolong dan membantu tanpa pandang bulu.

Praktikum. Banyak cerita kebersamaan tercipta di part ini. Saya masih ingat ketika kami berseteru dengan para asisten praktikum yang tak lain senior-senior kami. Saat itu penyebabnya hanya karena buah durian. Yah, karena tak ada satu kelompok pun yang membawa durian masak, kami semua tidak diizinkan praktikum. Wal hasil, karena alasan yang kami anggap sangat sepele itu akhirnya kami kompak untuk tidak memohon-mohon kemurahan hati para asisten. Kami memutuskan untuk melakukan demo kecil-kecilan. Sebagian teman mengacak-ngacak dan menghamburkan bahan praktikum sebelum benar-benar meninggalkan lab.

Ada juga praktikum yang kerap kali berhasil membuat beberapa teman menjerit atau meronta ketakutan. Misalnya saja praktikum yang di dalamnya diharuskan membedah katak. Sebelum katak dibedah, setiap kelompok harus memilih katak yang masih hidup dan mengambilnya sendiri dengan tangan. Kadang ada katak yang terlepas dan melompat-lompat kesana kemari di dalam lab. Inilah sesi yang membuat sebagian wanita di kelas kami mengeluarkan suara khas karena ketakutan.

Atau praktikum yang mengharuskan kami mengambil sampel darah. Ada beberapa teman yang begitu ketakutan dengan adegan tusuk-menusuk jari. Saking takutnya, ia meringkuk di sudut lab dengan berderai air mata. Atau praktikum yang mewajibkan kami mengambil sample urin sendiri. Setiap orang tentu punya metode rahasia untuk praktikum yang satu ini😀

Dan juga praktikum yang mengharuskan kami memiliki sample sperma yang masih hidup. Pertanyaan besar yang muncul saat itu di kepala kami masing-masing; siapakah yang rela dan ikhlas menjadi sumber sample kami? -_- Tapi jangan salah, entah dari mana asalnya, praktikum hari itu tetap berjalan lancar. Ada seseorang yang berhasil membawa sample sperma hidup yang entah punya siapa -_-a

Kebersamaan itu juga sangat terasa ketika kami melakukan perjalanan keluar bersama, seperti ketika melakukan praktikum lapangan dan ketika melayat ke rumah Kakak Ajid di Pangkep. Ada saja rintangan dan kejadian yang harus kami hadapi ketika dalam perjalanan.

Lalu ketika kami menyempatkan diri mampir di salah satu rumah kawan kami, Syarif. Kami dijamu oleh orang tuanya dengan sangat santun. Makanan dan minuman sudah tersedia dan siap untuk kami santap bersama.

Jika mengingat semua itu, mengingat kebersamaan yang dulu, mengingat bagaimana perjuangan kami mengejar para asisten untuk ACC laporan, bagaimana kami saling tukar-menukar bahan refrensi untuk membuat laporan kebut semalam, bagaimana kami berlari menaiki tangga agar tidak terlambat masuk lab, bagaimana kami menghadapi respon pintu, tentu rasanya sangat terharu dan ingin kembali ke masa itu.

Tapi kami menyadari betul masa yang dulu tidak bisa terulang kembali. Yang bisa kami lakukan adalah mengenangnya dan menuliskannya agar tidak terlupa dan menjadi prasasti. Saya pribadi sangat mengharapkan kita semua tetap bisa saling menjaga silaturahmi meski sulit untuk bertemu dan mengobrol asik seperti dulu. Saya berharap kita semua bisa saling mendoakan agar kelak kita dipertemukan lagi oleh Allah di Surga.

Tak terasa empat tahun telah berlalu sejak terakhir kali kita bertemu. Dulu semua ingin menjadi seorang guru, tapi hari ini, detik ini, siapa yang tahu? Kabar terakhir yang saya dapatkan, sebagian dari kita ada yang mangkir jadi pegawai bank, jadi akuntan, jadi ibu rumah tangga sejati, ada yang setia menjadi guru, lalu ada juga setia menjomblo😀

Dan saya salah satu yang mangkir sejak awal. Memutuskan gulung tikar dan menggantungkan gelar. Memilih bergelut di dunia PAUD, anak-anak kecil yang lugu dan lucu, dan tentu saja menulis, sebuah kecintaan sejak dulu ^_^

Sebenarnya tak penting lagi siapa kita hari ini. Yang terpenting adalah bagaimana kita hari ini. Bukan tentang pekerjaan bergengsi apa yang kita lakukan saat ini, tapi apakah pekerjaan itu membawa manfaat dan faidah untuk kita dan orang lain. Tak perlu merasa minder (jika memang ada yang meras demikian). Allah tak pernah menilai jabatan ataupun kesuksesan dunia kita. Yang Allah lihat adalah kesuksesan hati kita, iman-iman kita. Apakah dia (iman kita) saat ini lebih baik dari hari kemarin, dari 4 tahun lalu atau tidak ^_^

Terakhir, sebelum menutup catatan kali ini, rasanya ingin sekali saya mengabsen satu-persatu sahabat saya kelas B. Doakan saja semaga saya tidak lupa😀 Jika lupa maka tolong maafkan dan ingatkan saya J

Marjan, Adenk, Irwan, Syarif, Makruni, Asdar, Farida, Nirma, Zaidah, Fatma, Ummu, Reni, Uni, Amina, Kasma, Muja, Rerez, Iffah, Ajid, Oca, Lisda, Anti, Wati, Ita, Rasma, Cici, em siapa lagi? -_-

Apa kabar kalian semua? Maaf jika saya pribadi pernah melakukan kesalahan yang tidak saya sadari hingga luput meminta maaf saat itu juga. Maaf karena pergi tanpa pamit😀

_Nurhudayanti Saleh_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s