Akhlak dan Nasehat · My Diary

Allah Akan Menolongmu

Jogja, 12 Agustus 2014

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

Subhanallah, mungkin inilah salah satu ayat yang paling tepat menggambarkan kondisi saya saat ini. Yah, Allah sekali lagi memperlihatkan kuasa-Nya pada kita terkhusus pada diri saya pribadi. Allah sekali lagi mempermudah langkah saya, meski tentu kemudahan ini merupakan sebuah ujian, apakah kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur atau kufur akan nikmat yang telah Allah berikan.

Singkat cerita, di pagi yang cerah saya datang ke sebuah TK yang berada tepat di belakang kosan saya. Bukan. Saya ke sana tentu bukan untuk mendaftarkan anak saya yang memang belum ada. Bukan pula untuk mendaftarkan diri saya sebagai murid. Oh, bukan. Percayalah, saya sudah baligh.

Yup, saya ke sana untuk mengajukan diri sebagai seorang pengajar. Sebenarnya sudah sejak beberapa hari yang lalu saya ingin ke sana, hanya saja saya belum menemukan kata-kata yang tepat dan tidak punya cukup keberanian. Begitulah, saya terkadang berani di beberapa kesempatan, seperti berani ketemu kecowa, berani manjat-manjat fentilasi, berani ngetuk pintu tetangga yang isunya paling sombong sekompleks, dan hal-hal yang sepertiya semua orang juga bisa melakukannya.

Tapi, keberanian saya bisa hilang sekejab mata ketika dihadapkan pada situasi dimana saya harus mengungkapkan isi hati saya. Saya seolah kehilangan kosa kata. Bingung harus memulai dari mana. Wal hasil, saya butuh beberapa hari untuk mengumpulkan kalimat demi kalimat yang nantinya akan saya gunakan untuk menghadapi sang pemilik TK. Dan yah, hari itu akhirnya tiba juga.

Akhirnya saya sudah duduk di sebuah ruangan, berhadapan langsung dengan sang kepala sekolah sekaligus pemilik TK Az-Zahrah. Ada yang terlihat berbeda dengan wanita bercadar di hadapan saya saat ini, wajahnya terlihat lebih tirus dibanding terakhir kali saya melihatnya dan ada perban di rahang sebelah kanannya. Belakangan saya tahu, wanita paruh baya itu baru saja ditimpa musibah, sehari sebelum lebaran ia kejatuhan ranting pohon tua di sekitar fakulas Biologi UGM. Akibatnya dia terjatuh dari motor dan tak sadarkan diri. Beruntung orang-orang langsung membawanya ke rumah sakit.

Kembali ke topik utama. Ketika pertama kali memasuki ruangan, wanita yang dipanggil dengan sebutan Umi ini langsung menanyakan kabar dan kegiatan diklat saya. Ternyata Umi masih ingat dengan saya; seorang akhwat yang beberapa bulan lalu datang untuk observasi di TK tersebut😀

Saya pun menceritakan bahwa diklat dan praktek mengajar saya sudah selesai, dan karena itu saya datang menemuinya. Tanpa banyak berbasabasi, saya mengungkapkan apa yang sejak awal ingin saya sampaikan. Kata-kata yang beberapa hari lalu saya susun dan praktekkan saat menyetrika pagi tadi, keluar dengan lancar, bebas kemacetan.

Umi tersenyum. Ia menanggapi keinginan saya dengan membahas sejarah berdirinya TK tersebut terlebih dulu, kemudian ia bercerita tentang harapan dan impiannya tentang TK miliknya itu. Lalu di akhir cerita Umi mengatakan sangat senang dengan kehadiran saya di sana. Umi mengatakan kalau sejak lama ia mengidam-idamkan seorang akhwat untuk mengajar di TK tersebut agar kelak bisa membantunya untuk mewujudkan mimpi-mimpinya; menjadikan TK Az-Zahrah sebagai TK yang berbasis Islam dengan manhaj salaf.

Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur. Umi menyambut baik kedatangan saya. Pucuk dicinta, ulan pun tiba. Saya bahkan langsung bisa mengajar keesokan harinya. Sungguh semua di luar perkiraan saya. Awalnya saya mengira bahwa saya harus menunggu beberapa hari untuk mengetahui keputusan Umi. Tapi tidak, Allah langsung menjawab doa-doa saya saat itu juga. Subhanallah.

Sebenarnya, saya tidak perlu cemas tentang pekerjaan. Diklat PAUD yang saya ikuti sudah menjamin setiap peserta akan ditempatkan/digunakan di unit-unit mereka yang tersebar di Jogja. Hanya saja saya sedang berusaha untuk mencari tempat yang lebih nyaman dan aman untuk saya yang sekarang ini telah memutuskan berniqaf. Dengan bekerja di TK Az-Zahrah, saya merasa akan lebih leluasa ^_^

Di tengah-tengah obrolan kami, saya sempat menemukan mata Umi berkaca-kaca tat kala ia menceritakan tentang kondisi anak-anaknya.

“Andai anak-anak Umi juga…” Kalimatnya tergatung. Umi menatap saya dalam. Tak perlu ia teruskan, saya sudah tahu kemana arah pembicaraannya. Umi sangat ingin anak-anaknya juga bisa menjadi seorang akhwat dan ikhwan, menjadi anak-anak yang shaleh, yang tidak hanya sibuk dengan dunia namun juga disibukkan dengan hal-hal yang bertujuan pada akhirat. Umi juga sempat menyatakan secara tidak langsung agar saya mau menjadi teman dan murabbi untuk anak perempuannya yang kini duduk di bangku SMU.

Saya hanya tersenyum. Dalam hati saya berdoa semoga apa yang Umi harapkan bisa terwjud dalam waktu dekat. Saya pun sangat senang jika hal tersebut dapat terlaksana. Pada dasarnya, apapun yang saya lakukan saat ini, maka itu semua berorientasi pada dakwah, salah satu wujud dari menolong agama Allah. Ketika ternyata melalui TK saya bisa berdakwah pada orang lain, baik itu kepada anak-anak, guru-guru di sana, anak pemilik sekolah, kenapa tidak? Tentu saya akan menjalankan misi dakwah itu dengan sepenuh hati, insya Allah. Saya tentu tidak akan menolak calon amal jariyah saya bukan? ^_^

NB:

Sebelum menutup catatan kali ini, ada satu hal yang ingin saya tegaskan bahwa keimanan sungguh tidak bisa kita turunkan, pun tidak bisa kita ‘naikkan’ begitu saja. Orang tua yang shaleh tidak serta merta akan melahirkan anak yang shaleh. Dan anak yang shaleh tidak selalu berasal dari orang tua yang shaleh pula.

Keimanan atau keshalehan hanya bisa kita dapatkan ketika kita mau mencari dan menerimanya. Terkhusus untuk kalian yang belum menikah, kunci memperoleh keturunan yang shaleh adalah dengan menshalehkan diri sejak dari sekarang. Bukankah dikatakan: Didiklah anakmu sejak 25 tahun sebelum ia lahir ^_^

_Nurhudayanti Saleh_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s