Cerpen · My Diary

Antara Sahabat dan Cinta

cinta vs sahabat

Salah satu hobi gue adalah nonton. Tapi bukan nonton sinetron. Kadang kalau lagi nggak ada kerjaan atau ada kerjaan yang nggak memeras otak ampe kering, gue selingi dengan menonton. Acara favorit gue adalah acara-acara yang banyak memberikan informasi dan inspirasi. Karena dengan banyak informasi kita akan semakin kaya, kaya pengetahuan dan kaya akan istilah-istilah baru. Bahkan dengan banyak inspirasi kita bisa kaya materi loh. Gak percaya? Silahkan baca lebih lanjut.

Wih, prolognya udah kayak buku motivasi ya, hehehe. Okey yang di atas adalah intermeso. Yang mau gue ceritain sekarang sebenarnya tentang persahabatan yang gue jalin di bangku SMU. Waktu itu gue punya grup tapi bukan grup lawak meski muka gue ma sahabat-sahabat gue (kayaknya) cocok jadi pelawak. Namanya 5 Meter. Kami terdiri dari 5 cewek yang gak semuanya cantik, gak semuanya pinter, tapi semuanya cewek tulen dan steril luar dalam.

Gea, Eya, Io, dan Kiki adalah nama keempat sahabat gue. Dari kami berlima, Eya lah yang paling banyak digandrungi cowok-cowok. Selain pintar, dia juga cantik mirip Nasyila Mirdad. Yang paling tomboy adalah Io. Meski badannya kurus tapi dia disegani ma cowok-cowok brandal di sekolahan. Kiki, kalau sahabat gue yang satu ini paling gampang ketawa. Dia bisa ketawa sampai ngeluarin air mata. Itu sebabnya kami namain grupnya 5 Meter, alias 5 Menit Tertawa. Soalnya si Kiki, bisa ketawa tiap 5 menit sekali. Gea, dia yang paling cerewet. Anaknya manis dengan alis mata yang indah. Kadang-kadang dia mirip Paramita Rusadi, tapi di lain waktu dia mirip Sherina bahkan bisa mirip artis cilik Mega Utami. Kalau disingkat, Gea lah yang paling berwajah pasaran. Nah, sedang gue, gue adalah perpaduan dari semuanya. Gue pintar, cantik, manis, suka senyum meski kurus, dan sedikit cerewet *siap-siap dilempar bakiak ma anggota grup 5 meter yang lain, hahaha 😀

Sejak duduk di kelas satu, gue ma keempat sahabat gue mutusin untuk fokus sekolah. Kami bahkan berjanji di bawah pohon mangga depan kelas, kalau kami berlima nggak bakal pacaran sampai kami lulus dari SMU. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah janji itu benar-benar kami pegang teguh? Apakah Eya berhasil menolak semua cinta yang ditawarkan oleh siswa-siswa popular di sekolah kami?

Dan ternyata Eya memang sanggup menepati janji kami. Dia tidak pernah menerima satu pun cinta yang datang padanya. Bahkan saat dia juga tertarik dengan seorang pria yang juga tertarik dengannya, dia dengan anggun menolak karena benar-benar setia dengan janji kami. Tapi, tapi malah Gea lah yang melanggar janji itu. Awalnya gue nggak tahu karena Gea begitu takut memberi kabar itu, bahwa dia udah resmi pacaran dengan teman sekelasnya sendiri.

Tadinya gue kira, kisah gue dan sahabat gue ini cuman ada di film-film yang sering gue tonton, tapi ternyata nggak. Gue dan sahabat gue akhirnya ngalamin yang namanya dilema atau kalau kata ABG jaman sekarang sih galau. Gea galau, antara memilih cinta atau persahabatan. Ini benar-benar mirip kisah FTV yang gue nonton tiap pagi kayak orang bego karena nggak punya kerjaan. Maklum, waktu itu gue bukan siapa-siapa. Dan sekarang, aha, gue ternyata juga bukan siapa-siapa. Glek.

Akhirnya, gue nyamperin Gea dan minta pengakuan langsung dari dia. Apakah benar dia yang mengambil ayam-ayam Budi, Nenek, ayam-ayamku mana? Dan memberikannya pada Afika, Afika ada yang baru nih. Gea pun akhirnya mengakui hubungan terangnya *hari gini gelap? Udah ada PLN kali, dengan sang pacar. Gue nggak bisa berbuat banyak. Gue nggak bisa tiba-tiba minta mereka putus meski sebenarnya gue pengin banget itu terjadi. Gue juga nggak ngambil jalan kayak yang di FTV-FTV, kita musuhan dan di ending cerita kita akhirnya baikan lagi. Ya ela, kalau emang pada akhirnya bakal baikan ngapain capek-capek musuhan. Ribet amat sih? Akhirnya gue mutusin nerima kenyataan itu. Dan berharap Gea cepat-cepat sadar kembali.

Jika gue yang disuruh memilih antara sahabat dan cinta (baca pacar), tentu gue bakal langsung milih sahabat tanpa harus mikir panjang atau seratus kali. Karena seorang sahabat nggak akan pernah tergantikan sedang pacar bisa kita gonta-ganti seminggu sekali. Kalau udah bosan kita bisa putus dengan berbagai alasan. Kita bisa ngasih alasan kalau dia terlalu baik ma kita. Dan Raditya Dika akan menjawab: kalau gitu aku akan berusaha lebih jahat lagi sama kamu, dan kita akan kembali beralasan kalau dia terlalu jahat. Dan saat itu Raditya Dika akan menjawab: kalau gitu aku akan berusaha untuk lebih baik lagi sama kamu. Dan kita pun akan beralasan seperti alasan yang pertama. Dan Raditya Dika ngebenturin jidat di tembok ampe berdarah-darah😀

Intinya, kalau seorang cewek udah punya banyak alasan untuk sesuatu, itu berarti penolakan. Nggak usah nyoba lagi deh. Pasti cewek-cewek punya seribu alasan yang lain. Tapi kalau si cewek langsung jawab ‘nggak’ itu artinya si cewek masih ingin kalian para cowok berusaha lebih keras lagi. Coba dan terus coba sampai si cewek jawab ‘iya’ karena terharu dengan usaha kalian.

Dan mungkin karena itu jugalah, akhirnya si Gea tiba-tiba aja putus ma pacarnya. Dia mungkin terharu ama sikap sahabat-sahabatnya yang nggak mojokin dia atas pengingkaran janjinya. Dan dia juga sadar kalau kami, sahabatnya yang baik dan cinta lingkungan ini, terlalu baik dan manis untuk dikhianati, hihihi😀

Well, satu hal. Mungkin elu semua berfikir kami ini egois. Ets tunggu dulu, kami punya alasan kenapa kami memilih tidak pacaran dan lebih baik sahabatan ama semua teman. Logikanya, seorang pacar ketika sudah elu putusin sulit untuk kembali menjadi teman apalagi mau jadi pendamping di pelaminan. Kalau kita nikah sama yang lain, boro-boro dia mau ngadirin undangan, ada juga dia berdoa semoga cepat nyusul kita ke pengulu. Udah terlanjur sakit hati mamen.

Tapi yang namanya sahabatan, mau elu uda putusin atau nggak (karena emang nggak pernah jadian), peluang jadi pendamping hidup masih terbuka lebar-lebar. Semakin banyak sahabat yang elu punya, maka semakin banyak kesempatan. Kalau kita menikah, sahabat kita pasti bakal datang dan ngasih amplop paling tebal sembari berdoa semoga kita tetap langgeng ampe tua. So, ngapain ribet pacaran kalau ternyata sahabatan lebih mendekatkan elu dan si jodoh😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s