Diposkan pada Akhlak dan Nasehat, Serba-serbi

Siapa Yang Kamu Tunggu?

Kenapa kamu belum mau menikah? Siapa yang kamu tunggu?

Pertanyaan ini sempat menggelitik hati saya. Seorang sahabat pernah berceracau mengapa saya belum ingin menikah, siapa yang saya tunggu. Saya pun membalas dengan bercanda bahwa pertanyaan sahabat saya itu kurang tepat, bukan siapa yang saya tunggu tapi apa yang saya tunggu.

“Saya tunggu rumah, mobil, …”

“Yeee, itu sih ampe nenek-nenek kamu nggak bakal nikah…” Tandasnya mengerucutkan bibir.

Saya dan dia akhirnya tertawa karena percakapan konyol kami. Namun di dalam hati sebaliknya, saya mulai mengajukan pertanyaan itu ke tingkat yang lebih serius? Siapa yang saya tunggu? Adakah seseorang yang saya tunggu, yang saya harapkan menjadi pendamping saya kelak?

Saya menulis note ini bukan untuk menjawab pertanyaan saya pribadi, tapi mencoba menjawab pertanyaan kalian, wanita di luar sana yang mungkin memiliki pertanyaan yang sama di dalam hati mereka.

Terkadang seorang wanita belum ingin menikah karena dia diam-diam sedang menanti seseorang yang menurutnya ideal untuk menjadi pendamping hidupnya, seseorang yang ia tunggu melamar dirinya padahal tak pernah sekalipun seseorang itu mengutarakan hal tersebut (akan melamar sang wanita), bahkan bisa jadi pria tersebut sama sekali tidak mengenal wanita itu. Atau bisa juga sang pria mengenal sang wanita, tapi baginya sang wanita hanyalah seorang teman, kenalan yang tidak berniat sedikitpun ia ajak ke pelaminan suatu saat nanti.

Tentu tidak mudah menghapus keinginan di dalam hati karena wanita memang makhluk yang sering kali mengedepankan kata hati meski kata hati tidak selalu benar. Jadi tidak ada salahnya jika kita sedikit membuka pikiran dan melihat kenyataan. Sampai kapan kita harus terus menunggu? Sampai pria itu menikah dengan orang lain? Atau sampai usia kita sudah begitu matang hingga orang-orang mengatakan ‘perawan tua’? Sampai kulit kita keriput dan rambut kita memutih? Sampai kapan kita menunggu sesuatu yang tidak pasti? Padahal kita bisa saja bahagia dengan orang lain jika kita mau, mau membuka hati dan pikiran.

Ya, menunggu pria yang kita nilai ideal adalah sesuatu yang tidak pasti, tidak pasti karena pria ideal (menurut kita) belum tentu akan kita temui dan tidak pasti karena pria ideal (menurut kita) itu belum tentu menjadi jodoh kita.

Jika sudah begitu, maka cukuplah janji Allah menjadi pegangan untuk kita agar kita tidak terus menunggu tanpa sebuah kejelasan. Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula (QS. An-Nur: 26). Cukuplah janji Allah yang satu ini menjadi pedoman kita, penguat hati-hati kita, bahwa ketika kita menjadi wanita yang ideal, maka kita akan berjodoh dengan laki-laki yang ideal pula. Ketika kita menjadi wanita yang pantas ditunggu, maka kita akan berjodoh dengan pria yang pantas ditunggu pula.

Sungguh Allah satu-satunya Zat Yang Maha Mengetahui. Dia tahu yang terbaik, tahu pria yang terideal untuk kita. Dia tidak akan salah memasangkan kita dengan seseorang, tidak juga akan tertukar antara jodoh kita dengan jodoh wanita lain. Sekiranya ada seorang pria shaleh datang melamarmu dan kamu pun tak memiliki alasan yang syar’i untuk menolak, maka insyaAllah dialah pria terideal untukmu.

Nah, apakah kita masih ingin menunggu tanpa sebuah kepastian? Masihkan pertanyaan kita; Siapa yang kamu tunggu? Bila memungkinkan, maka cobalah mengubah pertanyaan kita mulai hari ini dengan; Sudahkah kita menjadi wanita yang pantas ditunggu? ^_^

_Nurhudayanti Saleh_

Iklan

Satu tanggapan untuk “Siapa Yang Kamu Tunggu?

  1. yup, untuk mendapat jodoh yang baik ya harus memperbaiki dulu.
    untuk mendapat jodoh yang soleh ya harus jadi solehah dulu.
    Jangan mencari yg sempurna karena itu tak ada, cari yang seiman yang pertama, lalu 3 item berikutnya silakan diurutkan. Manikah itu seru, jangan tunda lagi. Serius! Kalau sudah cukup umur dan siap apa lagi yang ditunggu?
    And then, Good luck!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s