My Diary

Ukhuwah (Hari yang Istimewa)

Jogja, 16 Maret 2014

Jogja Asri hari ini kembali riuh syahdu. Akhwat satu-persatu hadir dengan penuh semangat. Beberapa datang dengan membawa anak-anak mereka yang semuanya masih bayi dan balita dilengkapi tas berisi penuh perlengkapan ‘tempur’ sang ibu.

Hari ini tiga halaqah tarbiyah (Hafsah, Aisyah, dan Fatimah) berkumpul untuk melakukan tarbiyah bersama-sama atau biasa kami sebut dengan tarbiyah gabungan yang diadakan sekali dalam tiga bulan* eh benar nggak ya?😀. Tujuannya tidak lain untuk mempererat ukhuwah di antara sesama akhwat, karena itu tarbiyah gabungan (targab) hari ini dibuka dengan beberapa games yang sangat seru.

Game pertama melibatkan semua anggota halaqah. Kami membentuk lingkaran dan menempelkan kertas kosong di punggung teman yang berdiri di sebelah kanan kami. Teman yang menempel kertas harus menuliskan nama panggilan si pemilik punggung dengan cara menurun (vetikal). Setelah itu, si penempel kertas harus menuliskan karakter atau sifat si pemilik punggung berdasarkan huruf-huruf yang menyusun nama si pemilik punggung. Misal nama si pemilik punggung adalah Nia, maka si penempel kertas harus menebak sifat Nia dengan memakai huruf depan ‘N’, ‘I’, dan ‘A’.

Masing-masing dari kami sibuk memikirkan sifat teman yang kami tempeli kertas di punggungnya. Aku pun sibuk menulis di belakang punggung Nisa. Menebak karakternya dari empat huruf namanya. Lama berfikir, akhirnya aku menulis; N = Nice, I = Independent, S = Sabar, dan A = Amanah. Ya, seperti itulah aku mengenal sosok Nisa, seorang adik yang sabar meski terkadang gampang panik jika sudah dihadapkan dengan begitu banyak tugas dan persoalan.

Setelah itu, setiap dari kami diberi instruksi untuk menulis sifat yang kami miliki dengan cara yang sama, memulainya dengan huruf-huruf yang menyusun nama panggilan kami kemudian mencocokkannya dengan hasil analisa teman sebelah kiri kami tadi. Dari situ kami semua bisa mengukur sejauh mana kami saling mengenal satu sama lain.

Game kedua pun menyusul. Dari setiap halaqah hanya ada dua orang yang berpartisipasi. Aku dan teman-teman halaqah yang lain (halaqah Fatimah) sepakat menobatkan Yayank dan Tati sebagai perwakilan dalam game ini. Tiga pasang pasangan sudah duduk di tengah majelis dan saling berhadapan. Keenamnya tidak bisa melihat karena mata mereka sudah ditutup kain tebal. Di tangan mereka masing-masing sudah ada piring kecil yang berisikan kacang tanah yang belum dikupas berjumlah lima butir dan sebuah sendok plastik. Tugas mereka adalah saling menyuapi dengan mata tertutup.

Saat aba-aba mulai dikumandangkan, kami sibuk menyamangati teman halaqah kami masing-masing. Jangan tanya halaqah siapa yang paling heboh. Tentu saja halaqah kami, halaqah yang paling muda usianya dan memang diisi dengan akhwat-akhwat yang masih muda nan lincah. Halaqah yang lain kebanyakan diisi oleh ummu-ummu yang masyaAllah tetap aktif meski sudah punya baby. Jadi tidak heran jika suara-suara kamilah yang memenuhi ruangan targab pagi ini. Dan tidak heran pula kalau halaqah kami yang akhirya memenangkan game kedua. Selain karena ‘sorakan’ kami yang sanggup mengirimkan beratus energi ke Yayank dan Tati, tapi juga karena Yayank diam-diam menyimpan keahlian khusus, yaitu ahli menyuapi dalam keadaan mata tertutup. Yayank tidak pernah sekalipun salah memasukkan sendoknya ke mulut Tati, seolah-olah dia sudah hafal betul di mana letak mulut pasangan mainnya, hehehe😀

Game ketiga belanjut. Kali ini semua anggota halaqah ikut bermain. Permainan game ketiga cukup unik. Kami diharuskan menebak isi sebuah tas dengan cara meraba benda-benda tersebut yang berjumlah dua puluh dengan menggunakan tangan yang sudah dibungkus dengan handskun. Setiap halaqah hanya diberi waktu lima menit untuk menebak. Satu-persatu halaqah memanfaatkan dengan baik lima menit waktu yang diberikan.

Aku, Tati, Mega, dan Rini bergantikan menggeledah isi tas, sementara Yayank bertugas menulis benda yang kami sebutkan dan Nisa membantu menyemangati dan mengingatkan berapa banyak waktu yang tersisa untuk kami.

Semua halaqah sudah menyelesaikan game ketiga. Selanjutnya adalah membongkar isi tas dan mencocokkannya dengan tebakan kami. Lagi-lagi halaqah kami yang paling riuh. Setiap kali benda dikeluarkan dari tas, maka setiap kali itu pula kami berseru menyebut nama benda itu dengan tambahan ‘yeee…’ di setiap akhir kalimat kami.

“Peniti, yeee…!!!”

“Masker, yeee…!!!”

“Bola, yeee…!!!”

Begitulah sampai keduapuluh benda di dalam tas dikeluarkan. Dari dua puluh benda, hanya 18 benda yang bisa kami tebak, dua benda yang tersisa adalah plastik dan karet gelang. Meski gagal menebak semuanya, halaqah kami tetap jadi pemenang di game ketiga bersama halaqah Hafsah yang juga menebak 18 benda.

Keseruan game akhirnya berakhir berganti tawa-tawa riang kami. Hampir semua peserta targab mendapat hadiah (bingkisan). Bahkan ada yang mendapatkan lebih dari dua, dan lucunya hampir dari semua bingkisan habis terbagi di halaqah kami. Bukan apa-apa, hanya saja halaqah kami benar-benar aktif hari ini; Rini membuka targab dengan tadarrus, Mega menyambung surah An-nur, Yayank dan Tati berpartisipasi dalam game kedua, Nisa bertanya, lalu aku menjawab😀

Tentunya targab hari ini tidak hanya diisi dengan game. Kami datang dan berkumpul juga untuk mendapatkan materi dari seorang ustads yang membahas poin penting berkaitan dengan ukhuwah dalam jama’ah, yang insyaAllah akan kutulis di catatan berbeda.

Well, hampir lima jam kami menghabiskan waktu bersama. Saling mengenal lebih jauh dan mempererat tali ukhuwah. Saling sharing dan tentu menyemangati dalam berdakwah di jalan Allah. Teringat satu pesan ustads siang ini; Ketika kita semakin mengenal seseorang, maka semakin banyak kekurangan yang kita tahu dari dirinya. Karena itu dibutuhkan dada yang lapang untuk tetap bersama dalam jama’ah ^_^

_Nurhudayanti Saleh_   

2 thoughts on “Ukhuwah (Hari yang Istimewa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s