Aqidah

Dikit-dikit Haram

Kemarin dia nulis kalau ulang tahun itu haram. Malam ini dia nulis kalau nyambut tahun baru juga haram. Gue yakin, besok pasti dia bakal nulis kalau valentine day juga haram. Kenapa sih dia suka banget nulis kata ‘haram’? Apa-apa haram, dikit-dikit haram. Kayak dia paling benar aja!

Mungkin di antara kita ada yang berfikir demikian. Merasa sangat dongkol setiap kali membaca status orang lain yang menulis tentang hal-hal tersebut (hal-hal yang dianggap haram). Atau bisa jadi status yang bikin dongkol itu, status-status saya😀

Nah, biar kamu-kamu nggak semakin dongkol kayak orang kesurupan, mending kita bahas tentang label ‘haram’ tersebut. Eits, jangan malah menghindar apalagi sengaja nggak mau baca catatan ini. Kamu harus baca, biar bisa menilai sendiri, benar atau salahnya, haram atau halalnya.

Kenapa haram sih? Apa salahnya memberi hadiah? Apa salahnya nyalain kembang api?

Nggak ada yang salah kok sama ngasih hadiah. Bahkan dalam Islam, saling memberi hadiah sangat dianjurakan agar bisa mempererat tali silaturahim. Nggak ada salahnya juga nyalain kembang api, apalagi kalau dinyalainnya di malam hari raya idul Fitri. Itu loh kayak Upin sama Ipin🙂

Terus yang salah apanya dong? Kok bisa sampai haram segala?

Yang salah adalah pengkhususannya. Banyak orang hanya akan memberikan hadiah ketika ada yang berulang tahun, seolah-olah memberikan hadiah adalah sebuah keharusan di hari lahir seseorang. Banyak juga yang menyalakan kembang api hanya ketika di malam tahun baru. Padahal, memberikan hadiah seharusnya bisa di hari apa saja, sama halnya dengan menyalakan kembang api.

Dan inilah yang menjadikan hari-hari tersebut menjadi haram karena di dalam Islam tidak ada hari khusus atau hari spesial kecuali hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu, perkara-perkara semisal ulang tahun, tahun baru, dan lain sebagainya merupakan budaya orang-orang non Muslim. Padahal Rasulullah sudah jelas bersabda:

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka. (HR. Abu Dawud)

Apa iya kita mau disamain ama kaum non Muslim? Apa iya kita mau disamain sama orang-orang kafir yang jelas-jelas bakal masuk neraka? Nggak kan? Lagi pula, emang kalian pernah membaca sejarah kalau Rasulullah merayakan ulang tahun atau tahun baru? Nggak kan? Kalau gitu, kenapa kita malah capek-capek dan mubassir ngeluarin uang yang nggak sedikit untuk hal yang sudah jelas tidak diperbolehkan dalam agama kita?

Sobat, siapa sih yang paling mengenal agama kita jika bukan Rasulullah? Siapa sih yang paling tahu hal yang boleh kita lakukan dan yang tidak boleh kita lakukan selain Rasulullah? Tidak ada! Hanya Rasulullah lah yang paling tahu. Dialah contoh terbaik dalam mengamalkan agama kita.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al-Ahzab: 21)

Karenanya kita hanya perlu mengikuti beliau. Tidak perlulah kita mengada-adakan sesuatu yang jelas-jelas tidak ada sebelumnya dalam Islam. Karena jika begitu, itu sama saja kita sedang mengolok-olok Allah dan Rasulullah dengan menganggap bahwa ajaran Islam belumlah sempurna. Padahal Allah sendiri telah berfirman:

“ … Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” (Al-Maa’idah: 3)

Nah, sampai di sini, apakah di antara kita masih ada yang tidak mengerti mengapa semua hal tersebut menjadi haram? Ya, jawabannya sudah jelas bahwa hal tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan merupakan kebudayaan orang-orang non Muslim.

Jika kalian ingin memberikan hadiah, silakan, dengan syarat tidak mengkhususkan harinya. Hari apa saja kalian boleh memberikan hadiah. Seperti juga ketika ingin menyalakan kembang api. Sok silakan, asal jangan mengkhusukan harinya. Kita bisa menyalakan kembang api di hari apapun jika kita mau, misal di hari sabtu malam, saat sedang bermain-main bersama keluarga.

Lalu bagaimana dengan yang memperingati hari-hari tersebut dengan cara ‘berzikir bersama’ misalnya? Bukankah berzikir itu hal yang baik?

Ini juga nggak boleh sobat. Berzikir itu memang hal yang baik, baca surah yasin juga hal yang baik, tapi sekali lagi jangan mengkhususkan harinya. Lagi pula hal-hal semacam ini, misal berkumpul bersama melantunkan zikir untuk menunggu pergantian tahun, sama sekali tidak pernah dicotohkan oleh Rasulullah. Karenanya hal-hal semacam ini pun dilarang. Ingat, bukan berzikir dan membaca yasinnya yang dilarang tapi pengkhususannya. Jika mau mendapat pahala, maka berzikirlah di setiap hari bukan malah mengkhususkannya di malam tahun baru saja.

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang mengada-adakan suatu perkara di dalam urusan [agama] kami ini yang bukan berasal darinya, maka ia pasti tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Intinya:

  1. Segala sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah hukumnya haram sekalipun yang melakukannya seorang ulama.
  2. Tidak ada hari khusus atau spesial dalam agama Islam kecuali Idul Fitri dan Idul Adha.
  3. Islam itu agama yang telah sempurna. Kalau Rasulullah tidak pernah melakukan hal-hal tersebut, kenapa kita mesti repot-repot melakukan dan mengeluarkan uang untuk itu?
  4. Jangan langsung men-judge orang lain ‘lebay’ ketika menulis sesuatu yang memang diharamkan, tanyakan dulu asal usulnya.
  5. Rajin-rajinlah belajar agama agar permasalahan semacam ini tidak lagi menjadi masalah. Dan ketika ada yang bertanya, maka kalian sudah bisa menjawabnya dengan mantap.

Terakhir, semoga Allah senantiasa membuka hati-hati kita pada kebenaran hakiki. Bukan kebenaran semu yang memperdaya.

_Nurhudayanti Saleh_ (31 Desember 2013)

2 thoughts on “Dikit-dikit Haram

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s