Akhlak dan Nasehat · Serba-serbi

Laki-laki Seperti Apa?

Tidak perlu ditanya lagi, setiap wanita menginginkan laki-laki yang shaleh dalam kehidupannya. Hal itu telah menjadi rahasia umum dan juga menjadi syarat utama. Namun, setiap laki-laki shaleh pasti memiliki perbedaan, baik pada fisik, sifat, dan juga tentu saja kekayaan.

Lalu, jika seorang wanita kembali ditanya laki-laki seperti apa yang ia inginkan, tentu saja yang terlontar dari bibirnya adalah laki-laki yang shaleh, baik, tampan, dan juga mapan. Sebuah kombinasi yang saya percaya tidak seorang wanita pun di dunia akan menolak ketika didatangi yang semacam itu.

Namun, pertanyaan yang timbul selanjutnya adalah adakah laki-laki yang ‘sesempurna’ itu? Jawabannya ada tapi hanya sedikit dari sekian banyak laki-laki di dunia. Limited Edition, seperti itulah kita mengumpamakannya.

Nah, yang kerap kali didapati adalah kombinasi yang tidak sempurna. Misal:

–       Dia laki-laki yang shaleh, tampan, kaya, tapi memiliki sifat yang sangat tidak kita sukai.

–       Dia laki-laki shaleh, kaya, baik, namun tidak tampan.

–       Laki-laki shaleh, baik, tampan, tapi tidak kaya.

–       Atau dia laki-laki shaleh, baik, tapi tidak kaya dan juga tidak tampan.

Inilah beberapa kombinasi yang banyak tersebar dan sering kali kita temui.

Jika sudah begitu, yang harus kita lakukan adalah membuat urutan kebutuhan yang paling kita butuhkan dari sosok seorang laki-laki. Urutan pertama sudah jelas, yaitu dia haruslah laki-laki yang shaleh. Nah, yang kerap kali membuat hati galau adalah saat harus mengisi urutan selanjutnya; urutan kedua, ketiga, dan keempat.

Sebelum mengisi, tentu kita harus menelaah satu-persatu kebutuhan yang ada. Pertama, ketampanan. Apakah ketampanan penting? Jawabannya tentu saja penting. Wajah adalah hal pertama yang dinilai dari seseorang, bahkan di wajahlah letak ketertarikan setiap orang. Bayangkan jika seseorang tidak memiliki wajah, tentu tak ada seorang pun yang ingin mendekati bahkan sekedar untuk melirik.

Tapi, ketampanan bukan jaminan kebahagiaan. Pada kenyataannya seseorang bisa saja menceraikan suaminya meski suaminya begitu tampan. Lihat saja beberapa kasus para selebriti, mereka dengan mudahnya mengguggat cerai sang suami padahal sang suami begitu tampan dan rupawan.

Kedua, kekayaan. Ini juga sangat penting. Uang memang bukan segalanya, tapi pada realitanya hampir semua hal membutuhkan uang. Dengan kekayaan seorang laki-laki bisa menghidupi keluarganya tanpa harus berlelah-lelah bekerja layaknya jika ia tidak memiliki kekayaan.

Tapi, kekayaan lagi-lagi tidak menjamin sebuah hubungan pernikahan berjalan langgeng. Banyak orang menceraikan suaminya padahal sang suami adalah seorang yang kaya raya, pewaris sebuah perusahaan ternama, dan juga anak tunggal dari orangtua yang sebentar lagi meninggal. Bahkan kekayaan suaminya tidak bisa membeli keputusan sang isteri untuk berpisah.

Mengapa ketampanan dan kekayaan tidak bisa menjamin kebahagiaan sebuah keluarga? Jawabannya karena keduanya adalah hal yang bersifat sementara, bisa berubah sewaktu-waktu. Seseorang yang tampan pada akhirnya akan tua dan jelek juga. Atau bisa juga ketampanan tersebut dapat hilang karena sebuah kecelakaan.

Sama halnya dengan ketampaan, kekayaan sifatya hanya sementara. Ia akan habis jika terus-menerus digunakan tanpa pernah ditambah. Ia bisa hilang dalam sekejap mata, entah karena perampokan atau karena mengalami kebangkrutan.

Yang menjamin sebuah kebahagiaan tentu saja hal yang sifatnya abadi, yang tidak akan mudah berubah meski zaman telah berubah. Apakah itu? Dialah kebaikan (sifat) seseorang. Kebaikan yang lahir dari sebuah hati yang bersih mampu membawa kebahagiaan. Laki-laki yang tidak kaya dan tidak pula tampan, namun memiliki hati yang tulus dan jujur, tentulah mampu membuat pasangannya merasa bahagia. Bahkan dengan segala kebaikannya, perhatiannya, kehangatannya, sang wanita akan merasa begitu terpesona, hati yang tadinya keras, bisa ia lelehkan dalam sekejap. Cinta dan kasih sayangnya yang jujur, tidak dibuat-buat mampu meyakinkan seorang wanita untuk tetap bertahan mendampinginya meski harus berjuang keras melawan ketidaktampanan dan ketidakmapanan sang suami.

Karena itu, urutan yang akan dibuat oleh para wanita sudah jelas; setelah keshalehan seorang laki-laki, yang kemudian harus ada adalah sifatnya yang baik lagi hangat, yang mampu membuat sang wanita yakin kepadanya, mempercayakan sisa hidupnya bersama sang laki-laki tersebut. Ya, meski keshalehan seorang laki-laki seharusnya sudah mengcover semua kebaikan hati tersebut. Kemudian diurutan ketiga ada kekayaan, dan menyusul ketampanan. Atau bisa juga dibalik, ketampanan dulu baru kekayaan, hal ini tergantung pribadi wanitanya.

Soal kekayaan, itu bisa dicari, bisa diusahakan. Sementara ketampanan itu bisa berubah seiring berjalannya waktu. Seorang yang tidak tampan bisa berubah menjadi terlihat tampan, entah karena perawatan atau yang lainnya. Namun faktor yang paling mempengaruhi adalah hati.

Kebaikan hati seorang laki-laki akan terpancar lewat wajahnya. Meski ia tidak tampan, ia mampu membalikkan mata sang wanita, sehingga sang wanita melihatnya begitu tampan dan rupawan. Mengapa? Karena sang wanita tidak lagi melihat lewat mata kepalanya, tapi mata hatinya ^_^

***

Saya sedang senang-senangnya menonton Running Man, itu loh vearity show terkenal dari Korea. Di acara tersebut ada sebutan Monday Couple untuk Ji Hyo dan Kang Gary. Digambarkan, karakter Kang Gary adalah laki-laki yang begitu jujur dan tulus mencintai Ji Hyo, namun ia tidak setampan artis-artis Korea lainnya. Wajahnya sangat biasa, begitu anggota Running Man lain menyebut Kang Gary.

Wanita 1: Kalau kamu jadi Ji Hyo, apa kamu akan menerima Gary oppa?

Wanita 2: Kalau ada laki-laki lain yang tampan dan memiliki hati seperti Gary oppa, tentu aku akan memilih laki-laki yang tampan itu, hihihi …

Wanita 1: Tidak, tidak ada. Hanya Kang Gary, misalnya.

Wanita 2: Kalau tidak ada selain dia, tentu aku akan memilih Kang Gary. Menurutku Gary uppa itu tidak jelek-jelek amat. Ah, ini pasti karena dia baik. Pesona hatinya begitu besar hingga terpancar lewat wajahnya, hehehe …

Wanita 1: Hem, sama. Aku juga akan memilih Kang Gary. Toh, ketampanan itu akan hilang jika seseorang telah tua. Tapi yang namanya kebaikan hati, tidak akan pudar meski sang pemilik sudah tidak muda lagi.

Wanita 2: Iya. Lagi pula Kang Gary cukup kaya, hihihi …

Wanita 1: Gubrak! Tetep ya, wanita …

 

_Nurhudayanti Saleh_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s