My Diary

Doa untuk Bapak

Jogja, 15 Desember 2013

Kodong, teriak-teriaksi Bapak, Nak.

Begitulah isi pesan singkat yang baru saja kuterima dari Mama malam ini. Wanita yang tak lagi muda itu mengabarkan kepadaku bahwa Bapak, laki-laki yang dulu ketika muda begitu tangguh kini penyakitnya kambuh lagi. Aku menatap layar hape dengan nanar. Rasanya air mata ini ingin jatuh. Laki-laki yang begitu aku cintai kini harus kembali merasakan sakit yang begitu sakit. Sakit yang tidak pernah bisa aku bayangkan rasanya sama sekali. Kata Bapak, rasaya seperti ditusuk-tusuk paku, ngilu, nyeri, tegang, kaku, dan entah apa lagi.

Syafakallah. Kodong …, semoga Allah memberikan kesabaran dan kesembuhan. Aamiin …

Hanya itu kalimat yang bisa aku kirimkan kepada Mama. Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Jika saja jarak ini dekat, maka sudah tentu aku akan melangkah dan menemui Bapak (Insya Allah). Tapi jarak ini begitu jauh, laut yang terbentang luas kini telah memisahkan aku dan keluarga. Aku juga tak bisa langsung terbang ke sana. Karenanya, harapku hanya satu, semoga Bapak segera membaik seperti biasanya, seperti saat beliau bersemangat menonton bola, saat beliau bersemangat menanam puluhan pohon ubi di belakang rumah, dan saat beliau bersemangat menemani Afif bermain ^_^

Ya Rabb, Yang Maha Perkasa. Izinkan aku mengirimkan sebait doa untuk Bapak meski kutahu, aku bukanlah seorang yang shalih, yang doanya bisa sekejab mata Engkau kabulkan dan ijabah. Tapi, inilah yang bisa kupersembahkan untuk beliau saat ini, untuk Bapak yang sedang berjuang melawan sakit yang Kau ujiankan kepadanya.

Bapak,

Aku mengenalmu sudah cukup lama.

Kau laki-laki yang kuat lagi tangguh.

Tak pernah sekalipun air mata jatuh karena sakitmu.

Jika hari ini kau masih menahannya, itu karena kau yakin mampu.

 

Bapak,

Bersabarlah sekali lagi.

Agar keimananmu semakin bertambah.

Agar dosa-dosamu gugur satu demi satu.

Agar malaikat di sebelah kanan mencatat pahalamu.

 

Bapak,

Ini doaku untukmu.

Semoga Allah semakin menyayangimu.

Semoga Allah juga mengasihanimu.

Semoga Dia mau mengurangi rasa sakitmu.

Semoga Allah mengangkat derajatmu.

Semoga Allah menyembuhkanmu.

 

Ya Rabb,

Engkalulah satu-satunya Zat yang Maha Kuasa.

Kau bisa membuat yang sakit menjadi sembuh, dan juga sebaliknya.

Kau bisa mencabut rasa sakit itu dalam sekejap mata.

Karena itu, aku memohon dengan segenap jiwa dan raga, kabulkanlah doa hamba.

Aamiin …

_Nurhudayanti Saleh_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s