My Diary

CNK (Catatan Ngisi Kajian) – Ketiga

Jogja, 06 Desember 2013

Tadinya kupikir aku tidak akan datang terlambat siang ini, tapi ternyata dugaanku salah. Sudah hampir 30 menit aku menunggu sembari berdesak-desakan dengan banyaknya calon penumpang bis trans di shulter Condong Catur. Bis 3B yang sedari tadi kunanti tidak juga memperlihatkan kaca spionnya sementara bis dengan kode yang lain sudah dua kali transit.

Keluhan panjang pendek mulai sahut-sahutan. Penumpang sudah mulai hilang kesabaran. Saling dorong pun tak terelakkan ketika bis yang sejak tadi aku nanti akhirnya muncul juga. Aku segera mengambil posisi, berdiri di tengah-tengah kermunan calon penumpang lain. Ketika sang pramugara mempersilahkan kami menaiki bis, desakan dari arah belakang semakin kuat saja. Aku segera melangkah masuk ke dalam bis dan menyiapkan kuda-kuda agar tidak jatuh.

Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang lewat. Ah, lagi-lagi aku terlambat. Minna, gomenne, bukan hati berniat terlambat tapi apa daya, aku bukan anak pemilik bis trans😀

Aku begegas menuju mushallah Pertanian, tempat kajian akan dimulai. Saat aku tiba, di sana sudah ada beberapa adik UPN yang setia menunggu. Diam-diam, aku tersenyum haru. Mereka masih ingin bertahan menunggu meski aku sudah terlambat setengah jam. Atau mungkin juga, ada yang sudah menuggu dari satu jam lalu.

Tanpa menunda lagi, kajian pun langsung dimulai. Kali ini yang menjadi moderator adalah Nisa, adik UPN yang baru pertama kali ku temui, dia tidak terlihat di dua kajian yang aku bawakan sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan tilawah oleh dek Tasya, adik yang satu ini belum pernah absen salama aku mengisi kajian J

Siang ini kembali aku mengangkat satu dalil dalam Al-qur’an yakni surah Al-Ahzab ayat 35. Di dalam ayat tersebut disebutkan 10 kriteria seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan, yang jika dimiliki maka Allah akan menyiapkan ampunan dan pahala yang besar. Kesepeluh kriteria tersebut adalah:

  1. Berislam
  2. Beriman
  3. Taat
  4. Jujur
  5. Sabar
  6. Khusuk
  7. Bersadaqah
  8. Berpuasa
  9. Menjaga Kemaluan
  10. Berzikir

Satu-persatu coba kujelaskan maknanya dan juga contohnya. Kujelaskan seperti yang telah kudapatkan selama ini. Kali ini kajian sedikit kupercepat mengingat waktu yang kupunya sedikit berkurang karena kedatanganku yang terlambat. Setelah kujelaskan kesepuluh kriteria tersebut, ada beberapa adik UPN yang mengajukan pertanyaan. Pertanyaan mereka beragam, ada yang terkait dengan materi kajian ada pula yang temanya bebas seputar masalah yang mereka hadapi di lingkungan kampus atau lingkungan tempat tinggal mereka.

Kajian berjalan lancar. Kali ini kudapati wajah mereka begitu antusias. Ketertarikan mereka lebih besar dibanidngkan minggu-minggu sebelumnya. Yang hadir juga lebih banyak. Hari ini ada, Nurul (baru pertama kali ikut selama aku mengisi kajian), Yuni (belum pernah absen), Ayu (menepati undangannya), Nisa (juga baru pertama kali), Tasya (selalu hadir), Laila (pertama kali), Titin (masih setia hadir), Via (dua kali hadir), dan Dede (juga belum pernah absen).

Sebelum mengakhiri kajian, aku memberikan sebuah hadiah sederhana untuk mereka. Sebuah kartu kecil berisi ringkasan materi kajian pertama yang aku bawakan. Kartunya kutulis sendiri dengan penuh cinta dan harapan, semoga ilmu yang selama ini aku sampaikan bermanfaat bagi mereka dan juga bagi diriku khususnya.

Selain memberikan mereka kartu, aku juga membagikan kertas untuk mereka. Ada tiga pertanyaan yang mereka harus jawab. Pertanyaan yang akan mengukur sejauh mana ketertarikan mereka dengan belajar agama dan juga bagaimana tanggapan mereka tentang kajian yang selama ini aku sampaikan. Ketiga pertanyaan tersebut adalah:

  1. Seberapa penting menuntut ilmu agama bagi kalian?
    1. Sangat penting
    2. Biasa saja, hanya sebatas pengisi waktu luang
    3. Tidak penting sama sekali
  2. Jika dari 7×24 jam (dalam seminggu) dipergunakan 2 jam untuk menuntut ilmu agama, apakah akan menyita waktu kalian?
    1. Tidak menyita waktu
    2. Ya, bisa jadi
    3. Sangat menyita
  3. Bagaiamana tanggapakan kalian tentang kajian yang selama ini mbak bawakan? (Tanggapan apa saja; baik, buruk, kritik, saran, dan lain sebagianya)

Nah, dari ketiga pertanyaan tersebut, mereka semua menjawab (a) untuk dua pertanyaan pertama. Dari sini kusimpulkan bahwa mereka, adik-adik UPN masih punya ketertarikan yang besar untuk belajar agama. Mereka pun bersedia menyediakan waktu khusus untuk menuntut ilmu agama tersebut. Dan hal ini semakin membuatku bersemangat dan berupaya agar tidak pernah merasa lelah menyampaikan kebaikan dan kebenaran dari Allah dan Rasulullah.

Sementara untuk pertanyaan yang ketiga, mereka menjawab beragam, yaitu:

–          Jawaban adik UPN 1: Kurang on time aja, tapi overall sugoi ^_^

–          Jawaban adik UPN 2: Tanggapannya positif karena setelah mengikuti pengajian menjadi lebih tenang dan masalah yang kita hadapi bisa terpecahkan.

–          Jawaban adik UPN 3: Menarik, karena bisa menambah ilmu dari yang saya tidak tahu menjadi tahu. Menambah ilmu lagi tentang kepentingan akhirat itu sejauh mana.

–          Jawaban adik UPN 4: Mbaknya bagus ngisi kajian, menggugah hati.

Kasihan sama mbaknya niak trans Jogja, jalan kaki, panas-panasan. Sabar ya Mbak denga kondisi UPN.

–          Jawaban adik UPN 5: Alhamdulillah, dapat ilmu baru tapi mungkin tidak bisa dilakukan semua seperti tidak memakai minyak wangi. Masih sulit.

–          Jawaban adik UPN 6: Alhamdulillah, bisa lebih tenang, bisa belajar, dapat ilmunya juga.

–          Jawaban adik UPN 7: Mengikuti kajian selama ini sangat bermanfaat. Karena dapat menambah pengetahuan yang belum pernah didapat.

–          Jawaban adik UPN 8: Mbak Huda, volume suaranya ditambah ya.

Hem, inilah kedelapan tanggapan adik-adik UPN, minus satu yaitu Nisa, karena dia meninggalkan majelis lebih awal dibanding teman-temannya untuk mengikuti respon. Semua jawaban mereka merupakan masukan yang positif untukku. Dari jawaban mereka, aku bisa dan insya Allah akan berupaya menjadi lebih baik. Minna arigato … ^_^

*Petikan kalimat hikmah hari ini: Jika kalian ingin selalu mempersembahkan ibadah yang terbaik kepada Allah, maka berfikirlah bahwa ibadah tersebut adalah ibadah terakhir yang akan kalian lakukan di dunia.

_Nurhudayanti Saleh_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s