My Diary

Panggil Aku Ummu Hasan

“Panggil aku Ummu Hasan.” Kataku saat sedang berada di dalam angkot bersama Mega. Kami berdua baru saja pulang dari tarbiyah, kegiatan rutin yang kami lakukan setiap hari sabtu ba’da dhuhur hingga ashar.

Mega tersenyum. Ia tahu betul mengapa aku tiba-tiba melontarkan kalimat itu.

“Kelak jika aku punya anak laki-laki, aku akan memberinya nama Hasan.” Lanjutku lagi. Mega lagi-lagi tersenyum kecil sambil mengangguk kecil.

***

“Nih baca!” Mega menyodorkan sebuah artikel. “Kisahnya bagus.” Lanjutnya yang duduk di hadapanku.

Aku mengambil artikel itu dan membacanya. Hitung-hitung mengisi waktu perjalanan ke tempat tarbiyah yang terbilang jauh. Aku mulai membaca judulnya, Hasan Al Bashri.

Sepanjang perjalanan, sepanjang itu pula aku larut dalam bacaan mengharukan itu. Membaca kisah Hasan Al Bashri yang bernama asli Hasan bin Yassar membuatku hampir menitikkan air mata. Mataku berhasil basah dan rambut tanganku berhasil berdiri tegak saking terkesima dengan sosok Hasan Al Bashri, seorang tabi’in, ulama besar yang terkenal berhasil menaklukkan hati seorang Hajjaj, penguasa Irak yang terkenal sangat kejam dan zalim pada rakyatnya di masanya.

Satu hal yang paling berkesan dari kisah Hasan adalah ketika beliau dimintai pendapat oleh Umar bin Hubairah, seorang wakil dari Yazid bin Abdul Malik, seorang khalifah yang diam-diam menyurati Umar untuk melaksanakan perintah-perintah yang kadang melenceng dari kebenaran.

Saat itu Hasan Al Bashri berkata:

“Wahai Abu Hubairah, takutlah kepada Allah atas Yazid dan takutlah kepada Yazid karena Allah. Sebab ketahuilah bahwa Allah Ta’ala bisa menyelamatkanmu dari Yazid, sedangkan Yazid tak mampu menyelematkanmu dari murka Allah. Wahai Ibnu Hubairah, aku khawatir akan datang kepadamu malaikat yang keras dan tak pernah menentang perintah Rabb-nya lalu memindahkanmu dari istana yang luas ini menuju liang kubur yang sempit. Di situ engkau tidak akan bertemu Yazid. Yang kamu jumpai hanyalah amalmu yang tidak sesuai dengan perintah Rabb-mu dan Rabb Yazid.”

“Wahai Ibnu Hubairah, bila engkau bersandar kepada Allah dan taat kepada-Nya, maka Dia akan menahan segala kejahatan Yazid bin Abdul Malik atasmu di dunia dan akhirat. Namun bila engkau lebih suka menyertai Yazid dalam bermaksiat kepada Allah, niscaya Dia akan membiarkanmu dalam genggam Yazid. Dan sadarilah wahai Ibnu Hubairah, tidak ada ketaatan bagi makhluk, siapapun dia bila untuk bermaksiat kepada Allah.”

Sesaat setelah membaca kalimat Hasan, hatiku bergetar. Sunguh, pesan Hasan bukan hanya diperuntukkan untuk Ibnu Hubairah, tapi untuk kita semua, kita umat Islam. Kita yang kerap kali lupa bahwa Allah-lah satu-satunya penolong, satu-satunya tempat kita kembali.

Selain itu, yang tak dapat kulupa dari keutamaan Hasan adalah ketika dia ditanya oleh seseorang tentang dunia dan keadaannya. Beliau berkata:

“Anda bertanya tentang dunia dan akhirat. Sesungguhnya perumpamaan dunia dan akhirat adalah seperti timur dan barat, bila yang satu mendekat, maka yang lain akan menjauh.”

Hasan, mewariskan kehalusannya yang mampu menyentuh hati dan menjadi petunjuk bagi mereka yang lalai akan hakikat kehidupan dan dunia serta ikhwal manusia dalam menyikapi dunia.

Subhanallah. Hasan, meski ia tidak langsung belajar ilmu agama dari Rasulullah tapi amalan, akhlaknya, tak kalah baik dari para sahabat.

Hasan, ia menyadarkanku, menyentilku, mengingatkanku kembali tentang siapa diri ini, tentang hakikat seorang hamba.

***

“Panggil aku Ummu Hasan.” Kataku pada adik-adik di asrama Al Insan. Meraka keheranan. Kuceritakan kisah Hasan yang menggugah dan mereka ikut tergugah.

Panggil aku Ummu Hasan. Kelak jika aku memiliki anak laki-laki akan kuberi ia nama Hasan, berharap ia bisa seperti Hasan Al Basrhi.

~Kalau saja engkau sadari hisabmu. Tiap kali terbenam matahari, berkuranglah satu hari usiamu dan lenyaplah sebagian yang ada padamu~ (Hasan Al Bashri).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s