My Diary

In, Kresek 25 Tahun

25 tahun. Akhirnya kamu sampai juga di angka ini sobat. Yeah, paling tidak aku tenang karena punya teman, teman yang belum menikah di usia seperempad abad ini, xixixi😀

Oh ya, kamu ingat nggak sudah berapa lama kita sahabatan? Hem, sudah sekitar sepuluh tahun, In. Wow angka yang tidak kecil meski sampai sekarang aku masih aja kecil, nggak gemuk-gemuk -_-

Aku tidak tahu persis bagaimana kita bisa bersahabat saat kelas 1 SMA dulu. Yang aku ingat, kita tiba-tiba duduk berlima, becerita, dan karena kita nyambung akhirnya kita sahabatan. Oh ya, masih ingat gak nama grup kita yang kita buat di bawah pohon mangga? 5 Meter, karena kita lima cewek yang doyan ketawa. Apalagi Ika, satu-satunya di antara kita yang berhasil nikah muda, dia tiap lima menit pasti bakal ketawa. Aku sebenarnya suka bingung, apa sih yang buat dia selalu ketawa? Apa yang selalu buat dia bahagia? Wah jangan-jangan di mata dia kita ini mirip badut Ancol kali ya? Em, emang dia pernah ke Ancol? Kapan? Kok nggak ngajak-ngajak? -_-

Dan tentang perjanjian kita di bawah pohon mangga, apa kamu masih ingat? Aku sih masih ingat betul. Lima cewek berseragam putih abu-abu, duduk di bawah pohon mangga depan kelas, berjanji tidak akan pacaran selama masih bergelar siswa SMU. Tiap kali ingat perjanjian kita itu, aku selalu senyum-senyum sendiri. Dulu kita memilih fokus belajar dan belajar, melupakan hal-hal yang beraroma kasmaran, pacaran, atau cinta-cintaan, sesuatu yang memang diharamkan oleh Allah, meski dulu kita melakukannya bukan karena alasan itu ^_^

Aku juga ingat betul kamu yang terlihat lebih gantle ketimbang terlihat feminin. Caramu berjalan buat teman-teman sedikit takut padamu. Kamu udah kayak bodyguard untuk kami berempat. Nggak ada yang berani buat kita marah, kesal, atau nangis karena kamu pasti siap berdiri paling depan, bertolak pinggang dan memelototkan mata😀

Masih ingat gak kamu yang sengaja ingin membuat aku marah? Menunjuk-nunjuk kepalaku dengan telunjukmu, sesuatu yang sangat aku benci. Kamu sengaja karena kamu ingin melihat aku marah. Apa waktu itu berhasil? Aku lupa. Yang aku ingat sepertinya aku sempat mengeluarkan air mata ^_^

Juga dengan kejadian kocak yang satu ini, merusak dinding kamar Mira karena kita (tepatnya aku) terlalu bersemangat latihan roll ke depan di atas sprigbad Mira. Kakiku tak sengaja menendang dinding kamar Mira yang terbuat dari tripleks. Tripleks itu akhirnya mencong kanan kiri. Aku takut dan kalian tertawa. Bersyukur Mira dan keluarganya tidak marah😀

Iin sahabatku, lai’ kresek-kresek, 25 tahun tentu usia yang tidak muda dan tidak mudah. Banyak orang yang ingin sampai di usia ini tapi tidak semua berasil. Ada yang meninggal di usia muda, bahkan ada yang baru saja menghirup udara dunia sudah harus kembali lagi pada Sang Khalik.

Karena itu, 25 tahun tentu begitu banyak hal yang harus kita syukuri. Bersyukur telah diberi umur sampai hari ini, bersyukur masih diberi kesehatan, bersyukur atas semua reseki yang telah kita dapat hari ini.

Lalu pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar bersyukur? Bukan hanya mengucapkan ‘Alhamdulillah’. Bukan. Itu tentu tidak cukup untuk mewakili rasa kesyukuran kita sobat. Bersyukur yang sesungguhnya adalah melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah. Ya, seperti ketika kita berutang budi pada seseorang, mengucapkan ‘terima kasih’ rasanya tidak cukup kan? Kita tentu ingin melakukan hal yang bisa buat orang tersebut merasa senang, melakukan apa yang dia inginkan. Nah, itu cuma baru utang budi, belum jika kita utang nyawa.

Terus kita utang apa aja sama Allah? Inilah utang terbanyak kita In. Kita utang nyawa, utang nafas, utang reseki, utang sehat, utang keluarga bahagia, utang teman-teman yang baik, utang wajah yang cantik, utang kaki dan tangan yang tidak cacat, utang mata, utang hidung, utang bibir, utang telinga, dan masih banyak lagi. Lalu apakah itu cukup hanya dengan berterima kasih? Jawabannya TIDAK. Malaksanakan perintah Allah lah cara terbenar dalam bersyukur. Lalu sudahkah kita benar-benar melaksanakan perintah Allah? Jawabannya ada di dalam hati, hal yang hanya diketahui oleh kita dan sang pemilik hati, Allah ^_^

In, sahabatku yang kucintai karena Allah, insya Allah. Bukan hanya hari ini aku berdoa untukmu sobat. Setiap hari aku selalu mendoakan orang-orang yang aku cintai. Aku selau berdoa semoga kita selalu dalam lindungan Allah di mana pun kita berada. Selalu diberikan reseki yang halal. Diberikan kemudahan, kekuatan dalam menghadapi ujian dari-Nya. Selalu berharap semoga kita diberi umur yang berberkah. Semoga kita mendapatkan hidayah-Nya lalu istiqamah. Dan semoga mendapat jodoh yang shaleh ^_^

In sahabatku, meski kita jarang ketemuan, jarang teleponn, jarang smsan, tapi aku tahu kamu pasti kangen banget sama aku😀

Aku juga kangen ^_^

Aku berharap kita tidak hanya bersama-sama di dunia, tapi juga di surga Allah kelak. Aamiin, aaminn,  Ya Rabbal alamanin ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s