Diposkan pada My Diary

Mendadak (Prolog Sebuah Buku)

Sebelum menulis berlembar-lembar cerita, akan kuceritakan terlebih dahulu tentang diriku dan mengapa aku tiba-tiba berada di antara adik-adik yang cantik nan jelita, yang sebagian besar belum pernah kutemui sebelumnya.

Aku adalah mantan mahasiswa biologi yang saat ini lebih menikmati menulis. Aku tidak terikat dengan satu instansi manapun atau terikat dengan sebuah kontrak kerja, karenanya aku mudah saja kesana dan kemari melakukan hal-hal yang kusukai, yang mungkin tak bisa dilakukan oleh orang lain.

Aku pernah tinggal selama empat bulan lebih di Jawa untuk menulis, pernah juga mengikuti kursus menjahit, lalu pernah menjadi penjaga toko selama tiga bulan. Setelah itu kegiatanku tetap di rumah membantu ibu tercinta dengan terus menulis. Orang-orang bilang aku pengangguran. Ah, tak apa. Itu karena mereka tidak tahu saja kalau menulis juga sebuah pekerjaan.

Sampai tibalah hari itu. Aku ke Makassar untuk mengantarkan adik perempuanku bimbel di Al-insan, bimbingan belajar berbasis. Tahun ia berencana melanjutkan sekolahnya di salah satu perguruan tinggi Makassar. Sebelum tiba di tempat bimbel, sahabatku Mega yang tak lain sekretaris sekligus tentor di bimbel tersebut menawariku sebuah pekerjaan.

Mega: Ti, kamu sampai kapan di Makassar?

Aku: Em nggak tahu juga sih. Mungkin kalau umiku udah minta aku pulang baru aku pulang, hehehe…

Mega: Kamu mau nggak jadi Pembina asrama di al-insan?

Aku: Kalau aku sih mau-mau aja tapi aku harus tanya umi dulu.

Mega: Ya udah, aku tunggu kabar kamu. Secepatnya ya.

Aku: Sip…!!!

Setelah beberapa menit, aku mengirimkan sms konfirmasi ke sahabatku. Kukatakan kalau ibuku mengijinkan dan aku bersedia menjadi Pembina asrama. Ya, lumayanlah gajinya bisa buat ditabung, dijadiin modal usaha, dan modal nikah. Eh lupa. Aku kan cuma jadi Pembina Asrama bukan anggota dewan 😀

Nah sejak saat itu, tepat tanggal 1 Mei 2013 aku resmi menjadi Pembina Asrama atau tepatnya MENDADAK jadi Pembina Asrama yang harus menghadapi adik-adik dari berbagai daerah dan karakter. Yang harus mengakrabkan mereka, membuat mereka betah, dan menjadikan asrama seperti rumah mereka sendiri.

Tapi bagaimana denganku? Aku hanya membawa pakaian seadanya. Tak pernah terencana sebelumnya untuk tinggal lama. Wah, ini bisa jadi masalah, masalah…!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s