Sosok

Keistimewaan Mama

262209_1875820981311_1414818045_31931358_1180176_nMama atau sering juga dipanggil Ibu adalah seorang wanita yang sangat luar biasa. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang ibu tapi tidak bisa kita lakukan sebagai seorang anak. Apalagi untuk membalas pengorbanan seorang ibu, sungguh kita tak bisa meski dengan semua harta yang kita miliki.

Mama, setiap anak pasti memiliki gambaran sendiri-sendiri tentang ibu yang melahirkannya. Ada yang bilang ibunya penyayang karena sering ngasih uang, ada juga yang bilang ibunya pelit karena jarang ngasih uang jajan. Ada yang bilang ibunya baik karena sering beliin mainan, ada juga yang bilang ibunya galak karena sering marah-marah nyuruh belajar. Satu hal, siapapun ibu kita di mata kita, dia adalah wanita yang selalu ingin yang terbaik untuk kita, anaknya.

Mama, kalau aku ditanya tentang wanita yang telah melahirkanku di dunia, tempat transit semua manusia, jawabannya bakal panjang kali lebar sama dengan luas karena telalu banyak hal yang mewakili Mama yang nggak bisa aku sebutin satu-satu. Ada yang nyenengin ada juga yang…, ada deh. Tiap orang tentu punya kekurangan dan kelebihan, right?😀

Tapi kalau ditanya tentang keistimewaan Mama, pastinya bakal aku jawab dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya Wotu, 07 April 2013. Satu hal yang paling melekat pada Mama adalah sikapnya saat menjamu tamu, apalagi kalau tamunya bakal nginap, beh rumah bisa tiba-tiba jadi kayak besok mau lebaran aja.

Mama adalah wanita yang paling memperhatikan kebersihan dan kerapian. Nggak salah kalau tahu ada yang bakal datang ke rumah, Mama langsung memimpin jalannya acara bersih-bersih. Sebenarnya sih rumah aslinya emang udah bersih dan rapi, mana bisa Mama ngebiarin rumah kotor dan berantakan? Tapi sejak Afif udah bisa loncat sana, loncat sini, kerapian udah nggak bisa dijaga dengan maksimal. Kalau soal yang satu ini, soal menghadapi keaktifan si Afif neneknya Afif alias Mama nggak bisa protes dan menyerah sambil ngangkat bendera putih. Mana ada yang bisa marah ngelihat muka unyu’ dan tak berdosa si Afif, xixixi…😀

Seprai mesti diganti, rumah mesti bersih dan rapi saat tamu datang, makanan yang Mama sajikan juga makanan yang istimewa. Kalau perlu Mama sampai masak yang paling enak, makanan yang biasanya cuma ada dua tahun sekali. Mama juga nggak lupa buat pudding atau makanan pendamping lainnya. Pokoknya service bintang lima deh.

Kadang aku merasa sikap Mama sedikit berlebihan. Kadang aku bercanda kalau Mama seperti ingin menyambut seorang Presiden saja, menyiapkan semunya dengan begitu detail dan tak boleh ada yang cacat.

Tapi, tapi saat aku bertamu di rumah orang lain, saat aku harus menginap di rumah orang lain aku jadi menyadari satu hal. Aku menyadari bahwa sikap Mama bukanlah sikap yang berkebihan tapi sikap yang begitu istimewa yang tidak semua orang memilikinya. Sikap yang sudah semestinya dilakukan oleh seorang tuan rumah saat menyambut tamunya.

Semua itu aku sadari saat aku berada di rumah orang lain, saat mendapati rumah itu berantakan dan lantainya berpasir. Saat sudah lapar tapi tuan rumahnya belum mempersilahkan untuk makan. Saat ingin tidur tapi bingung harus tidur di mana. Dan saat sudah tidur, aku mendapati diriku meniduri tempat yang seprainya acak-acakan, hal yang tidak biasa kutemui di rumah, hal yang pasti tidak akan dilakukan Mama saat menyambut seorang tamu.

Sejanak aku lupa atau mungkin banyak yang tidak mengetahui kalau menyambut tamu dan memperlakukan tamu dengan sikap yang istimewa adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.:

Seorang lelaki bertamu kepada Nabi Saw., maka Nabi Saw. meminta tolong seseorang menemui istrinya (membawa sesuatu untuk menjamu tamunya) tetapi mereka tak memiliki sesuatu pun selain air. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “
Siapa yang akan menjamu orang ini sebagai tamunya?” Seorang lelaki Anshar berkata, “Aku.” Dan ia membawa tamunya menemui istrinya dan berkata, “
Jamulah tamu Rasulullah Saw. ini.” Istrinya berkata, “Kami tidak mempunyai apa pun selain makanan untuk anak-
anak.” Ia berkata, “
Siapkan. Nyalakan lampunya dan suruh anak-anak tidur jika mereka mengeluh lapar.”
Maka ia pun menyiapkan hidangan dan menyuruh anak-
anaknya tidur. Kemudian ia berdiri berpura-pura memperbaiki lampu dan memadamkannya. Mereka berdua pura-
pura makan, tetapi sebenarnya mereka benar-benar lapar. Pagi harinya orang Anshar itu menemui Nabi Saw. Beliau bersabda, “Tadi malam Allah tertawa atau takjub melihat perbuatanmu.” Kemudian turunlah wahyu Allah:

Dan apa yang (mereka) berikan kepada (Muhajirin). Mereka mengutamakan kaum Muhajirin di atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka lebih membutuhkan. Dan siapa pun yang terpelihara dari kekikiran dirinya, akan memperoleh keuntungan (QS. Al-Hasyr [59]: 9).
(HR. Bukhari)

Well, saat ini dan seterusnya aku ingin mengatakan kalau Mama memang is the best. Belum ada yang aku temui dan menyamai Mama dalam hal yang satu ini. Terus pertahankan dan jangan cepat puas ya… *loh😀

Amma, sarangheyo… ^_~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s