Serba-serbi

Tips Menulis ala Saputangan Merah

Nah loh? Kenapa judulnya jadi Saputangan Merah? Hahaha, saya juga nggak ngerti. Pas saya pengin nulis catatan ini saya langsung teringat dengan lagu jadul yang satu itu. Bukan judulnya yang penting tapi esensinya, isi dari catatan ini. Iya nggak? Nggak…!!!

Daripada berlama-lama dan jadinya basi bahkan sampai bulumanukeng mending kita langusng masuk pada inti. Eh tunggu-tunggu, bulumanukeng itu apa sih? Bulumanukeng itu istilah yang lebih dari basi. Kalau basi itu ibarat nasi yang nggak dimakan sehari, nah kalau bulumanukeng itu ibarat nasi yang nggak dimakan seminggu lebih, yang udah berarir, berlendir, becek, nggak ada ojek😀

Bagi tips menulisnya dong Mbak? Mbak tulisannya keren deh, tipsnya apa sih? Pertanyaan bernada kayak gini beberapa kali terbaca di lapak facebook saya. Nggak tau juga, apa iya beneran buat saya atau malah nyasar ke lapak saya. Ah, apapun asal suslnya yang penting nggak usil apalagi ngusilin saya.

Kalau diajukan pertanyaan seperti itu, jawaban saya biasanya cuma satu; banyak belajar. Nah, jawaban saya fenomenal kan? Karena pada dasarnya, apapun yang ingin kita kuasai tentu harus melalui proses yang satu ini, BELAJAR.

Tapi kali ini, dengan segenap jiwa raga beserta seluruh organ di dalam tubuh, saya akan coba berbagi tips sederhana saat akan menulis dan biar tulisan kita bisa jadi keren sekeren siapa kita, eyaaa… ^_^

Tips pertama ala saputangan merah adalah nggak lagi laper. Jangan pandang enteng hal yang satu ini. Perut lapar bisa menjadi penyebab kita nggak fokus nulis, soalnya yang ada di pikiran kita cuman makan dan makan. Kalau udah nggak fokus, gimana bisa menulis dan menghasilkan tulisan yang berkualitas?

Jadi sebelum nulis pastikan perut kamu udah terisi, tapi nggak usah terisi penuh entar malah sesak nafas dan akhirnya nggak bisa nafas. Kalau nggak bisa nafas, jangankan menulis, kentut aja kita udah nggak bisa loh.

Tips kedua ala saputangan merah adalah mata fit (nggak ngantuk). Nah ini udah jelas banget lah ya. Kalau ngantuk bawaannya pasti tidur. Kalau tidur jadilah kita nggak nulis kecuali kita mimpi lagi nulis. Salah satu hal yang paling penting bagi seorang penulis adalah menjaga ke-fit-an mata. Apalagi yang suka berlama-lama depan monitor, kesehatan mata menjadi sangat penting.

Salah satu cara menjaga fitnya mata adalah dengan tidur. Jadi kalau udah ngantuk pastikan kamu matikan monitor atau nutup buku kemudian tidur. Mengantuk adalah sinyal kalau mata kita udah capek dan minta dicharge. Jangan memaksakan menulis saat mengantuk karena hasilnya juga pasti hasil orang yang lagi ngantuk, tulisan tangan bisa berantakan dan tulisan di monitor bisa zzzzzzzzzzzzzzzzzz… semua.

Tips ketiga ala saputangan merah adalah lupakan semua istilah. Banyak orang susah memulai menulis karena memikirkan berbagai istilah. Dia ragu memulai karena dipenuhi banyak pertanyaan. Metropop itu apasih? Terus kalau liris itu apa? Sama nggak dengan laris? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Atau ada juga yang tidak bisa memulai karena tidak bisa membuat kalimat puitis padahal dia ingin sekali bisa menulis kalimat-kalimat puitis.

Kalau kita selalu memikirkan istilah, takut salah, yakin deh kita tidak akan pernah memulai. Jadi mulai sekarang mari kita lupakan istilah! Sekarang mulailah menulis! Tulis apa saja yang terlintas di kepala kamu, kutu misalnya atau ketombe -_-

Aduh jangan sampai ada yang beneran nulis kutu atau ketombe ya. Maksudnya tulis kalimat apa saja yang terlintas. Apa saja! Yang penting bukan kalimat jorok atau kalimat makian karena sesungguhnya apa yang kita tulis adalah gambaran siapa diri kita. Kalau kita sering menulis kalimat jorok berarti kita orang yang jorok, kalau sering nulis kalimat makian berarti kita orang yang maunya dimaki. Makanya saya itu selalu menulis kata-kata manis, itu karena saya…, ah jadi malu nulisnya.

Setelah menulis, kamu udah bisa menilai tulisan kamu sendiri. Oh ternyata saya nulisnya genre romance ya, oh ternyata yang baru saya tulis genrenya teenlit, oh ternyata saya bisa nulis kalimat liris juga, oh ternyata saya lebih cocok menulis metropop, dan sebagainya. Jadi jangan memaksakan istilah itu hadir di awal tulisan. Bukankah dalam film action jagoan selalu hadir belakangan😀

Tips keempat ala saputangan merah adalah banyak membaca (menyimak). Menghasilkan tulisan yang menarik itu sebenarnya tidak susah jika kita punya banyak ide dan ide bisa hadir saat kita banyak menyimak, baik menyimak buku, menyimak televisi, radio, koran, majalah, bahkan menyimak lingkungan di sekitar kita. Yang hadir tentu bukan hanya ide cerita tapi juga ide dalam menyampaikan cerita, ide membuat kalimat, ide alur, ide tokoh, ide karakter, dan semuanya.

Kalau misalnya kamu ingin menulis seperti gaya Dee, berarti kamu mesti banyak baca bukunya Dee jangan malah baca bukunya Raditya Dika karena Dee dan Radit itu beda jauh dan beda jenis kelamin. Atau misalnya kamu pengin nulis cerita romance ala drama korea berarti kamu mesti banyakin nonton drama korea tapi ingat beli dvd yang asli jangan bajakan. Atau kalau kamu pengin nulis tentang tukang sapu jalanan, kamu mesti dekati dia, ajak ngobrol, dan kalau bisa kamu ikutan nyapu biar kamu bisa merasakan langusng seberat apa pekerjaan mereka. Begitu! Gampang kan?

Tips kelima ala saputangan merah adalah banyak menulis. Nah, ini nih, banyak yang ngaku pengin jadi penulis tapi eh malah jarang banget yang namanya nulis. Nulisnya cuman kalau lagi bosen, sedih, galau diputusin cinta. Ada juga yang rajin nulis tapi nulis status atau twiit yang cuman satu kalimat aja. Yaaak…!!! Gimana mau jadi penulis hebat kalau kayak gitu. Kalau kamu pengin jadi penulis kuncinya sebenarnya cuma satu yaitu MENULIS.

Kalau pengin tulisan kamu bagus dan menarik, kamu harus banyak latihan menulis. Namanya latihan artinya berulang-ulang karena kalau cuma sekali itu bukan latihan namanya tapi coba-coba. Cara berlatih menulis itu gampang banget kok. Kamu cukup membaca-menulis, membaca-menulis.

Jadi gini, saat kamu sudah menyelesaikan satu tulisan, kamu mesti baca ulang. Bacalah sebagai pembaca bukan sebagai penulis. Saat membaca perhatikan setiap kalimat yang kamu tulis, apa iya kalau kamu jadi pembaca kalimat itu udah srek di kamu. Kalau ternyata nggak, kamu harus cepat-cepat mengubahnya. Cari kalimat yang membuatmu nyaman sebagai pembaca. Begitu seterusnya sampai kamu tidak menemukan satu kalimat pun yang tidak nyaman kamu baca.

Nah, itu dia kelima tips sederhana ala saputangan merah. Semoga bermanfaat ya…, dan semoga cepat nikah yang belum nikah😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s