Akhlak dan Nasehat

Obat ‘Kecil Hati’

keep-calm-and-terus-berusaha

Kadang saya merasa kecil hati saat tahu salah seorang teman saya berhasil menerbitkan bukunya di penerbit mayor atau berhasil memenangkan sebuah lomba menulis bergengsi. Saya merasa kemampuan saya sangat jauh berbeda dengan mereka. Saya kemudian bertanya di dalam hati, apa yang salah? Ah, pasti ada yang tidak saya lakukan dan mereka lakukan.

Mungkin saya kurang fokus, kurang belajar, kurang kerja keras. Mungkin juga tulisan saya terlalu monoton, terlalu to the point, terlalu sederhana. Mungkin juga tulisan saya kurang indah, kurang nyastra, dan kurang-kurang lainnya. Ya, tentu tulisan saya memiliki kekurangan sehingga tidak jarang mengalami penolakan dan kegagalan.

Tapi tak jarang saya juga suka berfikir lain, bahwa tulisan saya gagal atau tertolak bukan karena tulisan saya jelek tapi karena editor atau jurinya nggak suka aja, nggak punya idiologi yang sama, nggak punya selera menulis yang sama. Saya hanya belum berjodoh dengan mereka, dan ini hanya masalah waktu. Ini bukan reseki saya dan suatu hari nanti pasti akan seperti keinginan saya.

Yah, seperti itulah. Dengan begitu hati saya akan sedikit terhibur. Saya tidak akan berkecil hati untuk waktu yang lama. Saya akan kembali bangkit, belajar dan terus belajar menjadi penulis yang lebih baik karena inilah impian dan dunia yang telah saya pilih. Bukankah kecintaan itu ditandai dengan kesungguhan hati. Seperti di saat engaku mencintai seorang wanita, kau tentu akan membuktikannya dengan sebuah kesungguhan, melamar dan menikahi wanita itu.

Yang terpenting adalah saat menulis saya selalu berusaha menanamkan kebenaran di dalam tulisan saya. Selalu mencoba menyusupkan dakwah di dalamnya karena sejak awal saya memang bertekad mengubah orang lain menjadi lebih baik lewat tulisan-tulisan saya. Saya tidak ingin sekedar menulis dengan indah lantas isinya kosong melempem bahkan menjerumuskan orang lain. Saya tidak ingin menulis sesuatu yang ingin dibaca oleh orang-orang di luar sana tapi saya ingin menulis sesuatu yang harus diketahui oleh mereka. Kebenaran adalah inti dari setiap tulisan saya dan kejujuran adalah cara saya menyampaikan tulisan-tulisan itu.

Rasulullah bersabda:

Sampaikanlah meski satu ayat.

Nah, jadi apapun pekerjaan dan aktivitas kita, sudah seharusnya selalu kita sisipi dengan dakwah dan kebenaran. Sudah suharusnya selalu di jalan Allah dan tidak menyelisihi-Nya. Jika sudah begini, maka yakinlah apa pun yang kita harapkan akan tercapai cepat atau lambat karena Allah yang akan mencapaikannya untuk kita. Jika tidak kita dapatkan di dunia maka insyaAllah akan kita dapatkan di akhirat kelak. Dan inilah penyemangat terbesar saya. Bukankah keberhasilan di sisi Allah lebih agung dibanding dengan keberhasilan di mata seorang juri, editor, hamba?

“Barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s