My Diary

Hilang

inspiring-cat1Salah satu hal yang saya sesali dalam hidup adalah penyesalan itu sendiri. Penyesalan saat tidak melakukan sesuatu yang seharusnya saya lakukan dan penyesalan karena telah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak saya lakukan.

Dan penyesalan itu hadir kembali kemarin malam …

***

“Meong …, meong …”

Kudengar suara anak kucing menjerit dari samping rumah. Aku berlari tergesa-gesa. Adik Nunung mengikutiku dari belakang.

“Ada anak kucing menangis …” kataku penuh kecemasan. Di luar sudah mulai gelap, hujan sangat deras dan petir menyambar-menyambar.

Aku menyibak tirai dan mencari bayi kucing itu. Adek Nunung masih setia di sampingku. Mama datang dan membawa sebuah kardus, siap untuk menampung.

“Mana kucingnya?”

“Itu Ma …” kataku menunjuk seekor kucing kecil di tengah jalan kehujanan dan tak berdaya. Tapi baru saja aku ingin membuka pintu dan mengambilnya, seekor kucing hitam datang menyelamatkan kucing kecil itu. Kucing hitam itu menggendong kucing kecil dalam gigitannya.

Aku membuka pintu dan menyaksikan kucing hitam itu membawa pergi kucing kecil. Haru. Aku terharu melihat pemandangan itu. Aku yakin kucing hitam itu bukanlah induknya karena masih sangat muda.

Kulihat kucing kecil itu terjatuh lalu kucing hitam itu menggendongnya kembali sementara hujan masih sangat deras dan halilintar sahut-menyahut.

“Pushi …, pushi …” aku memanggil kucing-kucing itu. Aku mau kucing hitam itu menoleh dan melihat pintu rumah kami terbuka dan membawa kucing kecil itu masuk ke dalam rumah tapi gemuruh menenggelamkan suaraku. Kucing hitam itu membawa pergi kucing kecil itu semakin menjauh.

Aku berlari ke ruang tamu. Aku ingin melihat kemana kedua kucing itu pergi, tapi terlambat. Seisi rumah ikut heboh. Adik Nung, Kak Cucun, Adik Janet, bahkan Afif ikut di belakangku. Kami berdiri di depan jendela kaca ruang tamu. Kami tidak menemukan kedua kucing itu. Keduanya menghilang. Bahkan suara bayi kucing itu sudah tak terdengar lagi. Kutatap parit tetangga depan rumahku yang cukup dalam dan deras karena hujan. Kucing-kucing itu tadi menuju ke sana.

Oh, Tuhan. Semoga kucing-kucing itu selamat. Karena jika tidak, aku akan sangat menyesal. Menyesal karena tidak menembus hujan dan menolong kucing-kucing yang malang itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s