Posted in Tips

Kiat Jitu Menjadi Penulis Hebat

kiat-jitu-menjadi-penulis-hebat-1

– Buat jadwal khusus untuk menulis > Dalam sehari tentukan waktu khusus untuk menulis dan tentukan pula berapa lama waktu tersebut. Hal ini agar kita bisa fokus dan membentuk kebiasaan yang baik, yakni kebiasaan menulis. Kerena seseorang tidak akan menjadi penulis jika ia tidak menulis bukan?

Lanjutkan membaca “Kiat Jitu Menjadi Penulis Hebat”

Posted in Cerpen

Kamar VIP 101

menunggu

Rian berjalan memasuki sebuah rumah sakit dengan langkah tegap. Jas putih kebanggaannya sudah melekat rapi di tubuhnya yang proporsional. Sesekali ia memegangi gagang kacamatanya sembari tersenyum ramah kepada siapa saja yang ia temui.

Lanjutkan membaca “Kamar VIP 101”

Posted in Cerpen

Rinjani, Selamat Tinggal

rinjani

“Ada yang bisa kami bantu Bu?”

Seorang wanita usia 20 tahunan menyapaku dengan ramah. Aku menatapnya sembari tersenyum. Garis-garis wajahku tertarik ke kanan dan kiri pipiku menciptakan keriput berlapis-lapis di sana.

Lanjutkan membaca “Rinjani, Selamat Tinggal”

Posted in Akhlak dan Nasehat, My Diary, Sosok

Hijrah, Bukan Hanya Niat Tapi Juga Aksi

Hijrah

Kisah hijrah seseorang memang berbeda, namun setiap kisah punya kesan dan pesan tersendiri di dalamnya. Kali ini aku akan menceritakan kisah hijrah seorang muslimah yang kukenal di sekitar pertengahan tahun 2013 lalu. Pertama kali bertemu dan berkenalan dengannya saat aku dan Mega memutuskan kos di daerah Jombor, Sleman, Yogyakarta.

Lanjutkan membaca “Hijrah, Bukan Hanya Niat Tapi Juga Aksi”

Posted in Akhlak dan Nasehat, My Diary

Obrolan Ringan Yang Berat

obrolan ringan yang berat

Saat ini saya sedang melakukan perawatan gigi. Kemarin adalah jadwal saya yang kesekian kalinya bertemu dengan sang dokter. Setiap kali bertemu tidak banyak hal yang kami obrolkan. Bagaimana bisa banyak, jika yang menjadi fokus pekejaan sang dokter adalah area mulut saya. Bahkan ketika dokter bertanya, saya hanya bisa menjawab dengan isyarat tangan atau kepala karena mulut sedang berisi alat-alat yang namanya entah apa 😀

Lanjutkan membaca “Obrolan Ringan Yang Berat”

Posted in Akhlak dan Nasehat, Cerpen

Aku Membenci Laki-laki Itu

aku-membenci-laki-laki-itu

Aku membenci laki-laki itu. Laki-laki berkulit gelap itu. Ia selalu diam-diam menatapku. Aku tidak suka dengan tatapan itu. Tatapan yang membuatku marah sekaligus takut. Entah sejak kapan tatapan itu berubah makna. Sepertinya semenjak wanita itu diterima bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik besar. Ia selalu pergi pagi, pulang sore. Atau pergi sore, pulang pagi.

Lanjutkan membaca “Aku Membenci Laki-laki Itu”

Posted in Cerpen

Sang Pemimpi – Ini Bukan Mimpi

cinta yang nyaman

Aku berdiri menantinya dengan sebuah buku di tangan. Kami berjanji akan bertemu di sini, hari ini. Kubuka buku yang baru saja kutarik dari rak yang berdiri kokoh di depanku. Begitu banyak pilihan buku, tapi hatiku menjatuhkan pilihan pada yang kugenggam kini, sebuah buku yang akan mengajarkanku cara menarik hati orang lain.

Lanjutkan membaca “Sang Pemimpi – Ini Bukan Mimpi”